Puan Dengarkan Keluhan dan Janji Carikan Solusi untuk Petani Bawang di Brebes

Selasa, 5 Juli 2022, 15:39 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mendengarkan aspirasi petani bawang di Brebes, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Puan ikut menanam bawang merah bersama petani.

Kehadiran Puan di Desa Larangan, Brebes, Selasa (5/7/2022), disambut hangat oleh ratusan warga. Saat tiba di lokasi, Puan disambut yel-yel meriah.

"Mbak Puan presiden, Mbak Puan presiden,” sambut warga.

Bersama sejumlah petani, Puan pun ikut menanam bawang merah selama satu jam. Sesekali tampak ia mengobrol hangat dengan para petani.

Setelah menanam bawang, Puan dan petani lalu duduk meriung di sebuah gubuk kecil di sawah. Petani menyampaikan sejumlah permasalahan yang mereka alami, khususnya soal sarana produksi (saprodi) pertanian yang mahal.

Baca juga : Di Kampung Nelayan Cirebon, Ketua DPR RI Janji Berikan Solusi Berbagai Persoalan

“Terutama harga pupuk bu, mahal,” kata salah seorang petani bernama Rusmin.

Puan pun mengatakan, kedatangannya ke Brebes untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi petani bawang merah. Khususnya rencana pencabutan subsidi pupuk ZA dan SP-36 yang ditolak oleh petani.

“Kita patut bangga bahwa bawang dari Brebes itu dianggap banyak orang sebagai bawang terenak,” ujar Puan.

“Saya datang bersama para anggota DPR-RI agar aspirasi dari Bapak, Ibu semua bisa langsung di-inventaris dan dicari solusinya,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan menilai, pencabutan dua jenis pupuk bersubsidi tersebut akan memberatkan petani, mengingat harga pupuk non-subsidi sangat mahal. Dikhawatirkan, pencabutan subsidi pupuk ZA dan SP-36 akan memiliki efek domino terhadap produksi dan harga bawang merah.

Baca juga : Pengangkatan Hadi Tjahjanto, Hasan: Sangat Pas untuk Berantas Mafia Birokrasi Tanah di ATR/BPN

“Kami akan dorong agar rencana pencabutan subsidi pupuk ini ada pengecualian bagi petani bawang merah,” ungkap Puan.

Lebih lanjut, mantan Menko PMK tersebut meminta anggota DPR dari komisi terkait mengawal harapan petani bawang soal peningkatan infrastruktur pertanian. Salah satunya, kata Puan, menyangkut persoalan aliran alir ke area sawah.

“Ini harus menjadi prioritas karena Kabupaten Brebes telah memberikan kontribusi sekitar 20% produksi nasional atau 60% dari produksi Jawa Tengah,” sebutnya.

Menurut Puan, diperlukan kebijakan yang pro terhadap petani agar produktivitas bawang merah di Brebes tidak terkendala. Jika kebijakan mempengaruhi produksi pertanian, dampaknya akan terjadi kenaikan harga bawang.

“Kenaikan harga komoditas bawang merah sebagai dampak pencabutan subsidi itu, bisa memicu adanya inflasi,” terang Puan.

Baca juga : Pertamina EP Adakan Penyuluhan Sebagai Bentuk Dukungan Penanggulangan Stunting

Sejumlah keluhan yang disampaikan petani bawang di Kecamatan Larangan, Brebes, juga terkait mahalnya bibit, pestisida, hingga tenaga kerja olah tanah-panen. Puan mengatakan, DPR akan membahas persoalan ini bersama pihak Pemerintah.

“Saya akan carikan solusinya. DPR akan menjadi mediator dan menyampaikannya ke Pemerintah untuk memastikan harapan bapak/ibu dapat terfasilitasi,” tegas cucu proklamator RI Bung Karno itu. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal