Ketua DPR RI Dukung PG Sindanglaut Kembali Dibuka demi Kemandirian Gula

Selasa, 5 Juli 2022, 14:15 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani ikut memanen tebu bersama petani di Desa Mertapada Wetan, Kec. Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Senin (4/7/2022) kemarin.

Pada kesempatan itu, ia memberikan dukungan untuk peningkatan fasilitas dan sarana prasarana bagi petani tebu demi kemandirian gula nasional. Puan Maharani juga berdialog untuk mendengar aspirasi para petani tebu setempat.

Kepada para petani, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengungkap, pihaknya terus berupaya mencarikan solusi mengenai berbagai persoalan yang ada terkait pertanian tebu. Salah satunya adalah distribusi pupuk bersubsidi yang masih selalu terkendala.

"Kami selalu mendukung dan menguapayakan agar kesulitan pupuk bisa diatasi dengan tepat sasaran. Bisa melalui koperasi untuk memudahkan distribusi,” tuturnya.

Baca juga : Keren, Bank DKI Dukung Malam Puncak Jakarta Hajatan 495 Tahun

Selain itu, Puan Juga menyoroti masalah kredit bagi para petani tebu yang berharap diberi kemudahan dalam proses pengajuannya. Ia pun berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah.

Lahan-lahan tebu di Kecamatan Astanajapura sebelumnya menyuplai Pabrik Gula (PG) Sindanglaut. Namun PG Sindanglaut ditutup sejak awal tahun 2020 hingga waktu yang tak ditentukan karena kurangnya suplai bahan baku tebu beberapa tahun terakhir. Untuk itu, para petani tebu berharap agar PG Sindanglaut kembali dibuka sehingga bisa mereka bisa menyuplai hasil tanamnya.

Seperti yang disampaikan salah seorang petani tebu, Ibu Nurhayati. “Gilingan susah banget mulai dari pupuk, pengennya pabrik itu buka lagi,” ujar Nurhayati.

Hal yang sama disampaikan petani tebu bernama Ajhar. Ia mengatakan, banyak yang menyayangkan PG Sindanglaut yang penuh historical kini ditutup. Petani juga semakin sulit apabila harus menyuplai tebu ke pabrik gula lain yang lokasinya lebih jauh.

Baca juga : Kasus Dugaan KTP Ganda Crazy Rich Bekasi Masuk Penyidikan Polda Metro

“Kenapa kita harap buka, romantisme masa kecil hilang sejak lama. Kalau harus ke PG Tersana Baru sewa loadernya aja susah, nggak bisa jauh,” jelasnya.

Menanggapi keluhan para petani tebu tersebut, Puan mengatakan siap membawa aspirasi itu. Ya Ia juga memberi dukungan agar PG Sindanglaut bisa kembali beroperasional, sehingga petani di Cirebon tidak perlu terlalu jauh jika hendak menyuplai tebu.

“PG Sindanglaut semoga bisa dibuka kembali karena DPR sangat mendukung kemandirian gula nasional, supaya gula impor nggak membanjiri pasar. Selanjutnya bagaimana harga gula dari petani tebu memadai dan bisa dipasarkan,” sebut Puan.

“Prinsipnya, DPR mendukung program-program yang memudahkan petani. Apa yang tadi disampaikan akan saya bawa ke Jakarta. Insya Allah akan ada solusinya,” lanjutnya.

Baca juga : Ketua DPRD Subang Apresiasi Arus Mudik dan Balik Lebaran Berjalan Aman dan Lancar

Puan juga mendorong agar petani tebu meningkatkan produktivitas yang harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan sarana prasarana. Puan menyebut, kemandirian gula nasional dapat terwujud apabila suplai tebu dalam negeri melimpah.

“Mengurangi impor gula tentu harus didukung oleh produksi gula nasional melalui pabrik-pabrik gula. Tapi ketersediaan pasokan tebu juga harus didukung oleh petani. Jadi, hulu dan hilir harus berjalan semua,” ungkap mantan Menko PMK itu.

Puan menyatakan, gula merupakan salah satu komoditas strategis nasional. Ia yakin Indonesia bisa kembali berjaya sebagai produsen gula andalan dunia apabila kesejahteraan petani tebu terjamin.

“Kesejahteraan petani tebu perlu menjadi perhatian seluruh elemen bangsa, melalui berbagai dukungan kebijakan serta sarana dan prasarana pendukung produktivitas pertanian,” tegas Puan. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal