Survei LSI Elektabilitas Tinggi, Airlangga Capres Terkuat Pemilu 2024

Minggu, 26 Juni 2022, 10:58 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masih menjadi pertama dalam pemetaan Suara Masyarakat Terhadap Kondisi Politik & Ekonomi menjelang Pemilu Serentak 2024, dalam Rangka Penguatan KualitasDemokrasi Pengumpulan data dilakukan pada 4-20 juni 2022.

Direktur Eksekutif, Laboratorium Suara Indonesia (LSI) Albertus Dino S.Phil mengatakan, Laboratorium Suara Indonesia mengelar penelitian survei dengan tujuan survei ini akan melakukan pemetaan kondisi sosial, politik, ekonomi, dan hukum (serta keamanan) di Indonesia setahun menjelang Pemilu 2024 dengan menggunakan kaca mata publik calon pemilih. Albertus menyebutkan, survei ini bertujuan, antara lain untuk mengukur ketertautan (engagement) dan partisipasi politik warga.

"Mengukur penilaian dan dukungan publik terhadap prinsip dan sistem demokrasi serta institusi politiknasional," kata Albertus dalam keterangannya, Minggu (26/6/2022).

Selain itu, mengukur preferensi pemilih terhadap figur calon presiden dan partai politik, serta mengukur evaluasi publik terhadap keadaan ekonomi dan kinerja pemerintah (approval rating). Metodelogi populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah dewasa, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan.

Pada media 2018 KPU memperkirakan jumlah pemilih pada Pemilu 2019 akan mencapai 185 juta orang. Sedangkan sampel dalam survei LSI ini dilakukan dengan mengunakan jumlah sampel sebanyak 2.200 sample, dan yang bisa terverifikasi sebanyak 2.080 sampel.

LSI menggelar penelitian survei dengan tujuan survei ini akan melakukan pemetaan kondisi sosial, politik, ekonomi, dan hukum (serta keamanan) di Indonesia setahun menjelang Pemilu 2019 dengan menggunakan kaca mata publik calon pemilih. Survei ini bertujuan, antara lain untuk mengukur ketertautan (engagement) dan partisipasi politik warga. Juga mengukur penilaian dan dukungan publik terhadap prinsip dan sistem demokrasi serta institusi politiknasional.

"Mengukur preferensi pemilih terhadap figur calon presiden dan partai politik. Mengukur evaluasi publik terhadap keadaan ekonomi dan kinerja pemerintah (approval rating)," ujarnya.

Baca juga : Rempuni Deklarasi Dukung Puan Maharani Capres 2024

Metodelogi populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah dewasa, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan. Sementara responden di 710 desa/kelurahan yang tersebar di 388 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error (MoE) sebesar ±2,15% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dia menjelaskan, pengumpuan data dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) oleh enumerator yang telah dilatih dengan instrumen kuesioner. Satu pewawancara bertugas untuk 1 desa/kelurahan dan mewawancarai 10 responden. Pengumpulan data dilakukan pada 4-20 Juni 2022.

Kendali kualitas dilakukan secara random terhadap 75% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check), penyaksian wawancara atau pengecekan via telepon. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode acak bertingkat (multi-stage random sampling) hingga unit keluarga. Pemilihan individu responden di dalam keluarga terpilih menggunakan kish grid.

Dalam survei ini responden, salah satunya ditanyakan mengenai pilihan partai politik jika pemilihan anggota DPR diselenggarakan pada hari saat wawancara survei dilakukan. Jika pemilu legislatif yang memilih anggota DPR diselenggarakan pada hari ini, partai politik apa yang akan Anda pilih

Elektabilitas Partai Gokar paling tinggi (16,2 %). Dengan memasukkan hitungan MoE, ada dua partai yang berpeluang mempunyai dukungan suara di atas 10% saat survei dilakukan, yaitu PDI Perjuangan (14,7%) dan Partai Gerindra (14,4%). Partai lain yang memperoleh suara di atas ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4% adalah Partai Demokrat (6,1%). PKS (5,2%), PKB (4.8%), PAN (4,7%), PPP (4,3%), dan Nasdem (4,1%).

Kemudian Partai yang di bawah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, seperti Perindo (2,2%). Yang paling mengejutkan dalam penelitian ini partai debutan baru reinkarnasi dari Partai Rakyat Demokratik, memiliki tingkat elektabilitas mencapai (2,2%) dan partai peserta pemilu 2019 lainnya berserta Partai Gelora, Buruh, dan Ummat di bawah 1 persen. Namun masih ada 16,7% responden dalam survei ini yang tidak menjawab pertanyaan

Dari hasil survei didapati bahwa sebanyak 91,7% respoden menginginkan sosok presiden setelah Jokowi ialah yang mampu memeperbaiki perekonomian dan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Alasannya, selama covid mereka banyak mengalami penurunan pendapatan serta kehilangan mata pencaharian.

Baca juga : Bawaslu Sepakat dengan Ketua DPR RI Soal Efektifitas dan Efisiensi Anggaran Pemilu 2024

Sebanyak 27,6 % responden menginginkan sososk presiden yang merakyat, sebanyak 82,7 persen menginginkan sosok presiden yang bisa dan punya rekam jejak yang bekerja nyata, dan kerjanya dirasakan oleh masyarakat dan bukan sosok yang suka pencitraan tapi kerja tidak nyata.

Dari tokoh tokoh yang masuk radar penelitian awal LSI melalui penelitian media online, medsos, dan media televisi didapati bahwa nama tokoh tokoh bakal capres saat ini sebagaian besar merupakan pejabat negara dan pejabat publik di era pemerintahan Presiden Jokowi-Maruf Amin.

Dengan simulasi pertanyaan kepada 2.080 respoden, dengan pertanyan, “Setujukah Anda bahwa tokoh tokoh bakal capres yang saat ini ada menjabat dipemerintahan dalam kinerja dan programnya serta kebijakannya telah memberikan dampak positif bagi kehidupan ekonomi keluarga Anda?". Respoden diminta memeberikan pendapat pada setiap tokoh bakal capres tersebut.

Hasilnya nama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto disetujui oleh sebanyak 48,3 persen. Program-program dan kebijakannya telah memberikan pengaruh yang positif pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disetujui oleh 12,4 persen, Anies Baswedan 10,2 persen, Puan Maharani 9,2 persen, Khofifah Indarparawansa 9,2 persen.

Lalu, Prabowo Subianto 7,2 persen, Ridwan Kamil 7,1 persen, Erick Thohir 5,2 persen, Sandiaga Uno 4,2 persen, Andika Perkasa 1,9 persen, LaNyalla Mataliti 1,6 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen.

Selanjutnya pertanyaan, "Jika hari ini digelar pemilihan presiden, tokoh mana yang akan Anda pilih sebagai Presiden RI? Hasil surveinya, Airlangga Hartarto paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan sebanyak 28,2 persen. Disusul Ganjar Pranowo dipilih sebanyak 10,8 persen, Prabowo Subianto 9,2 persen, Andika Perkasa 7,2 persen, Anies Baswedan 5,2 persen, LaNyalla Mataliti 3,3 persen, Khofifah Indarparawansa 3,2 persen.

Kemduian, Puan Maharani 2,2 persen, Ridwan Kamil 1,8 persen, Erick Thohir 1,6 persen, Sandiaga Uno 1,4 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen. Dan yang tidak memilih sebanyak 24,7 persen.

Baca juga : Puan Ingatkan Efektivitas dan Efisiensi Anggaran Pemilu, DPR Siap Kawal

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi mengatakan, jika melihat hasil survei Labolatorium Suara Indonesia (LSI) sudah terlihat jelas bahwa program yang dilakukan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto telah menunjukkan kinerjanya yang sangaat baik. Juga membawa perubahan kepada ekonomi meskipun belum normal atau stabil.

"Telah ada peran Menko Perekonomian dalam membantu penangan ekonomi ditengah Covid-19 harus diapresiasi," ucapnya.

Jika melihat peluang Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres), dia menilai, Airlangga Hartarto memiliki peluang besar di Pemilu 2024. Kinerja Airlangga bisa menghantarkan Ketum Golkar sebagai tokoh politik yang elektabilitas tinggi.

"Peluang Airlangga Jadi capres 2024 sangat besar meskipun harus bersaing dengan tokoh nasional seperti Prabowo, Puan Maharani, Ganjar, Anies dan lainnya," ucapnya.

"Bukan hanya itu, Airlangga masih menjadi sosok yang kuat di tengah masyarakat meskipun dia telah mendapatkan hati kalangan anak muda," imbuhnya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal