Audiensi dengan Pelestari Budaya, Puan Dukung Terbitnya Perda Adat Desa

Rabu, 15 Juni 2022, 19:49 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur. Ia pun melakukan audiensi dengan perwakilan Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), dan kelompok Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Surabaya, Rabu (15/6/2022).

Dialog santai dan hangat tersebut, dihadiri 50 orang perwakilan LP2BN dan 67 pendamping PKH yang mengikuti audiensi. Mereka meminta dukungan dari Puan terhadap rancangan Perda Adat Desa yang berisi tentang kearifan lokal serta budaya gotong royong masyarakat.

“Saya selalu mengapresiasi elemen-elemen masyarakat yang terus menjaga agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan, seperti kata Bung Karno dalam Trisakti,” kata Puan.

“Saya mendukung terbitnya Perda Adat Desa yang sedang diperjuangkan oleh teman-teman LP2BN,” lanjutnya.

Baca juga : Demi Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Puan Dorong Kesejahteraan Petani Tebu

Selain itu, perwakilan LP2BN juga meminta dukungan dari DPR untuk pelaksanaan lomba sejarah desa secara nasional. Mereka berharap, lomba tersebut dapat memperebutkan Piala Ketua DPR.

Puan pun berjanji untuk menjadikan masukan-masukan dari LP2BN sebagai amunisi bagi DPR dalam memperjuangkan kejayaan budaya nasional. Ia mengatakan, hal tersebut merupakan cita-cita luhur yang harus terus diperjuangkan oleh setiap anak bangsa.

“Kami akan terus mendukung semua pihak seperti LP2BN yang ingin melestarikan dan memajukan budaya nusantara,” ujar Puan.

Mantan Menko PMK itu mengingatkan, Indonesia bisa menjadi negara besar berkat kekayaan budaya. Oleh karenanya, inisiatif dalam memajukan budaya nusantara harus terus didukung.

Baca juga : Bicara di Forum Pengurangan Risiko Bencana PBB, Puan: Ini Upaya Bersama dan saatnya Bertindak

“Semoga kerjasama kita terus semakin produktif dalam menjadikan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” tambah cucu Proklamator RI Bung Karno itu.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Puan berdialog dengan 67 Pendamping PKH yang bertugas untuk mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), program bantuan sosial kepada keluarga miskin itu. Ia pun mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan para pendamping dalam mendampingi peserta PKH.

“Terima kasih kepada pendamping PKH atas dedikasinya selama ini yang telah mendampingi rakyat penerima bantuan secara sabar,” tutur Puan.

Puan juga berbagi pengalamannya ikut terlibat mendampingi warga pada program PKH, ketika masih menjabat sebagai Menko PMK. Saat itu, ia mengajari penerima PKH untuk membuka rekening, mengurus uang di bank, hingga cara mengambil uang di ATM.

Baca juga : Gandeng Pemkab Talaud, BAZNAS Bangun Rumah Sehat di Perbatasan

“Sekarang semuanya lewat kantor pos. Memang butuh kesabaran ekstra untuk mengurus PKH,” tambahnya.

Meski begitu, Puan mengingatkan tujuan bantuan sosial (Bansos) PKH adalah untuk penanganan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul. Untuk itu, peran pendamping PKH disebutnya sangat penting.

“Tujuan PKH adalah untuk mensejahterakan keluarga, ini program yang sangat bermanfaat bagi keluarga miskin, khususnya bagi ibu-ibu,” tandas Puan. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal