LampuHijau.co.id - Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta berharap, ada penyederhanaan prosedur penyelenggaraan Pemilu 2024. Hal itu dikatakannya, agar tidak menimbulkan kontradiksi-kontradiksi baru lagi atau korban jiwa, seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu.
“Pada Pemilu 2019 lalu, setiap kursi DPR itu kira-kira korbannya dua nyawa. Jadi, ini bukan output yang kita inginkan dari penyelenggaraan pemilu, karena prosedur yang kita buat tidak tepat dan hanya untuk pemenuhan syarat administrasi saja,” tuturnya saat memberikan arahan serah terima berkas verifikasi partai politik (parpol) 7 DPW kepada DPN Partai Gelora, yang dihadiri Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari di Pomelotel, Jakarta, Jumat (27/5/2022) sore.
Di hadapan Ketua KPU, menurut Anis, dengan penyederhanaan itu, anggaran Pemilu 2024 yang mencapai Rp76 triliun itu bisa dihemat, karena banyak prosedur yang tidak perlu harusnya dihilangkan saja. “Dalam verifikasi parpol ini misalnya, ongkosnya sangat besar. Padahal selama pandemi ini, sebenarnya kita tidak perlu lagi kantor yang besar untuk kegiatan, kita bisa melalui zoom. Dan kalau itu kita sederhanakan, kita bisa memotong banyak ongkos pemilu,” terangnya.
Menanggapi hal ini, Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa KPU telah membuat berbagai kemudaan aturan pendaftaraan peserta dan penyelenggaraan Pemilu 2024 berdasarkan UU No. 7 Tahun 2007. “Jadi, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” kata Hasyim Asya’ri.
Hasyim mengingatkan, agar semua parpol segera menyiapkan pemenuhan persyaratan pendaftaran peserta Pemilu 2024, seperti yang telah dilakukan Partai Gelora. “Saya sampaikan bahwa hal-hal yang bersifat pemenuhan syarat segera saja disiapkan segala sesuatunya, dokumen-dokumennya,” ujar Ketua KPU RI.
Lebih lanjut Hasyim menegaskan, hari pemungutan suara telah disepakati pada 14 Februari 2024. KPU juga telah menetapkan jadwal pendaftaran pada parpol awal Agustus 2024, dan pengumuman peserta Pemilu 2024 pada Desember mendatang.
“Nanti bulan Juni, kami akan mengundang partai politik yang berbadan hukum untuk sosialisasi dengan KPU. Kita juga akan memberikan pelatihan pengisian SIPOL, termasuk pemberian user dan password,” jelasnya.
Untuk peserta Pemilu 2024 sendiri akan dibuka dari tanggal 1-7 Agustus 2022. Karena itu, ia meminta parpol untuk mendaftar di awal-awal waktu, bukan di akhir saat batas waktu pendaftaran atau deadline.
“Kami sangat menyarankan agar hadir dan mendaftardi KPU di hari-hari awal. Supaya ketika ada yang kurang, ada kesempatan untuk melengkapinya sampai deadline hari terakhir. Jadi, waktunya panjang. Tapi kalau hadir 7 Agustus 2022 jam 9 malam, misalkan, dan pendaftaran ditutup jam 24.00 WIB, maka kalau ada dokumen yang tidak ada atau tidak lengkap, sudah enggak ada kesempatan memasukkan lagi, baik lewat SiPOL maupun hardcopy, karena pendaftarannya sudah ditutup,” tegasnya.
Baca juga : Move On dari Wacana Tiga Periode, Fahira Minta Sosialisasi Pemilu 2024 Digencarkan
Sementara Hasyim meminta setiap parpol agar memperhatikan timeline pendaftaran peserta Pemilu 2024, supaya tidak dinyatakan sebagai TMS (tidak memenuhi syarat), karena kesalahan tidak memperhatikan timeline pendaftaran.
"Ini penting bagi teman-teman partai politik untuk mempersiapkan segala sesuatunya, sampai menghitung timeline-nya. Karena dokumen yang dimasukkan bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi,” pungkas Ketua KPU. (Asp)