LampuHijau.co.id - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, mengucapkan selamat kepada Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang telah berikrar mundur dari barisan BPN Prabowo-Sandi. Menurut Antoni, lebih baik terlambat sadar daripada tidak sadar-sadar sama sekali.
"Saya ucapkan selamat pada Ferdinand yang sudah sadar," ujar Antoni saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.
Pria kelahiran Pekanbaru itu memahami betul kekesalan Ferdinand terhadap pendukung Prabowo yang justru mem-bully kondisi kesehatan Ani Yudhoyono. "Wajar bila Ferdinand marah, saya memahami kemarahannya. Sayang, Ferdinand baru sadar jahatnya kubu sebelah," tutur pria yang juga menjabat Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
Baca juga : Sandi Setuju Pertemuan Prabowo dan Jokowi Digelar
Menurut Antoni, tak heran apabila pendukung 02 menarasikan hal-hal yang tidak masuk akal, bahkan terkadang tak berperikemanusiaan. Terlebih, Demokrat dalam beberapa waktu belakangan ini, santer bakal merapat ke kubu capres petahana Joko Widodo.
"Pak Jokowi sehari tiga kali mendapat fitnah, celaan, dan hinaan dari dulu di luar ukuran nalar dan nilai kemanusiaan," papar Antoni.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, kubu oposisi cepat atau lambat juga akan menjadi pendukung Jokowi pada waktunya. "Insya Allah semua akan Jokowi pada waktunya," tandas Antoni.
Baca juga : Banyak Milenial Pendukung Prabowo Alih Dukungan ke Jokowi, Ada Apa?
Sementara, Pengamat Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati berpandangan mengenai manuver Ferdinand yang membelot ke TKN akan ditentukan pada keputusan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya pikir langkah politik Ferdinand sepenuhnya tergantung pada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), apakah jadi masuk koalisi Jokowi atau sebaliknya. Kembali lagi kepada sikap politik Demokrat," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ferdinand Hutahean secara tegas harus menyetop dukungannya pada Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Alasannya, karena Ani Yudhoyono dirundung di media sosial. Hal tersebut diutarakan di linimasa Twitter pribadinya.
"Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI," cuitnya Minggu (19/5) lalu.
Baca juga : Ketua DPR: Semua Serangan Itu Dilakukan oleh Kelompok yang Marah Pada Polri
Ferdinand mengaku juga akan mengusulkan kepada partai untuk keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. "Ya, itu sikap saya resmi dan saya akan minta partai besok juga untuk keluar dan mundur. Tapi apakah akan disetujui, saya tidak tahu. Tapi saya serius akan melawan penghinaan besar kepada Ibu Ani secara politik, tidak bisa dibiarkan," ujar dia.
Menyerang Ani Yudhoyono yang sedang dalam keadaan sakit, menurut dia, tidak bisa lagi ditoleransi. "Kalau sudah masuk ke ranah kemanusiaan, tidak bisa ditolerir," tegas Ferdinand. (DED)