Kibarkan Bendera LGBT, Ketua DPD RI: Kedubes Inggris Tak Hargai Indonesia, dan Harus Minta Maaf

Senin, 23 Mei 2022, 15:32 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pengibaran bendera pelangi yang merupakan simbol Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang dilakukan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia, memantik reaksi Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Menurut LaNyalla, Kedutaan Besar Inggris tak menghargai kultur Indonesia. Senator asal Jawa Timur itu meminta Kedutaan Besar Inggris menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia.

Baca juga : Dugaan Penipuan, Ketua Yayasan Pendidikan Unggulan Indonesia Dilaporkan Ke Polisi

“Saya mendesak Kedutaan Besar Inggris meminta maaf dan tidak mengulangi pengibaran bendera pelangi yang merupakan simbol LGBT itu, serta diharapkan turut serta mewujudkan situasi yang kondusif,” tegas LaNyalla di sela kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Senin (23/5/2022).

LaNyalla pun menyayangkan pengibaran bendera tersebut. Pasalnya, LGBT merupakan sesuatu yang ilegal di Indonesia.

Baca juga : Reformasi Sistem Kafala di Arab Saudi Beratkan Pekerja Migran Indonesia, Ketua DPD RI: Pemerintah Harus Lakukan Mediasi

“Pengibaran bendera simbol LGBT itu bentuk tak hormat Kedutaan Besar Inggris terhadap ranah ketimuran, tradisi, adat budaya serta agama yang dianut mayoritas bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menurut LaNyalla, pengibaran bendera tersebut telah menuai kontroversi dan berpotensi menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat Indonesia. “Kedutaan Besar Inggris tidak semestinya masuk pada ranah tersebut dan menghormati keyakinan masyarakat Indonesia yang menilai LGBT tak sejalan dengan norma apapun di negeri ini,” tandas LaNyalla.

Baca juga : Untuk Raih Emas di Hanoi, Hadi: Karateka Indonesia Harus Punya Mental Baja

Sebelumnya, Kedutaan Besar Inggris untuk RI sempat mengibarkan bendera LGBT dengan dalih memperingati hari anti-homofobia pada 17 Mei. Namun, bendera pelangi itu sudah dicopot dan diganti dengan bendera Ukraina. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal