LaNyalla: Sudah Seharusnya Kita Fokus pada Pemerataan Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat

Kamis, 28 April 2022, 18:20 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan bahwa azas perekonomian negara ini disusun atas usaha bersama, untuk kemakmuran rakyat, dengan memastikan kekayaan alam yang meliputi bumi, air, dan udara dikuasai oleh negara. Sehingga kita tidak wajib mengikuti dan membebek kepada konsepsi ekonomi kapitalis global yang menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai satu-satunya ukuran pembenar, hanya karena kita mengejar tingkat tax rasio, dan melupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

“Sudah seharusnya kita fokus kepada pemerataan ekonomi, dengan memaksimalkan keunggulan komparatif yang diberikan oleh Allah SWT melalui kekayaan alam yang kita punya, yang mutlak dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat,” tuturnya saat memberi orasi dalam Silaturahmi dan Diskusi Aliansi Profesional Indonesia Bangkit di Bandung, Jawa Barat, yang diikuti sejumlah tokoh setempat dan tokoh nasional, Kamis (28/4/2022).

Baca juga : Harlah ke-62 PMII, Puan: Terus Bertransformasi untuk Membangun Peradaban

Dalam paparannya, LaNyalla mengajak semua pihak untuk memulai langkah konkret membangun kekuatan ekonomi Indonesia dengan melawan oligarki ekonomi yang merugikan bangsa. “Sudah saatnya bangsa ini memiliki pemimpin dengan kualitas Leadership yang berani mengakhiri praktek-praktek sesat ekonomi yang memiskinkan ratusan juta rakyat kita,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bangsa ini mutlak harus mengakhiri praktek over eksploitasi oleh Kapitalisme Global, yang telah menjadi satu tubuh dengan oligarki ekonomi di negeri ini melalui saham-saham mereka di lantai bursa yang telah menembus lintas batas negara.

Baca juga : Ajak Buka Puasa, AKBP Sumarni Cerita Perjalanan Hidup untuk Memotivasi Santri Ponpes Raudlatul Hasanah

“Karena kemiskinan di suatu negara bukan karena negara itu masih dalam tahap negara berkembang, tetapi karena negara tersebut terlalu di-eksploitasi oleh oligarki rakus yang bersinergi dengan Kapitalisme Global,” tambah Senator asal Jawa Timur itu.

Untuk itu, Bangsa ini harus berani mengubah arah perjalanan bangsa ini dan kembali kepada kesadaran utuh kita sebagai sebuah bangsa yang dilahirkan dan dicita-citakan sebagai negara yang menyejahterakan.

Baca juga : Sentil Kenaikan Harga Kedelai, Ibas Minta Pemerintah Jawab Suara Rakyat

“Sebagai negarawan, saya harus adil sejak dalam pikiran. Saya harus melihat dengan jernih dinamika kebangsaan kita. Karena itu saya khusnudzon bahwa Presiden Joko Widodo berusaha berbuat baik untuk negeri ini. Tetapi rupanya keinginan Presiden itu tidak mudah. Karena kuatnya arus kebalikan dari oligarki ekonomi yang semakin menguat,” tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal