Diklaim Malaysia, Ketua DPD RI Tegaskan Reog Ponorogo Kesenian Khas Indonesia

Sabtu, 9 April 2022, 21:44 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, jika Reog Ponorogo merupakan kesenian khas Indonesia.

Pernyataan LaNyalla tersebut menyikapi klaim di publik bahwa Malaysia hendak mengajukan kesenian Reog Ponorogo sebagai budaya miliknya ke UNESCO. Dikatakannya, klaim semacam ini bukan sekali dilakukan Malaysia, tetapi telah beberapa budaya Indonesia mereka klaim di antaranya Batik, Wayang, Tari Bali.

“Saya tegaskan bahwa Reog Ponorogo merupakan kesenian asli khas Indonesia. Saya meminta agar hal ini dipertahankan, sehingga tak ada pihak lain yang melakukan klaim terhadap hal tersebut,” tegas LaNyalla, Sabtu (9/4/2022).

Baca juga : Ayah Tiri Kerangkeng Bocah 7 tahun, Ketua DPD RI: Hentikan Kekerasan pada Anak

Senator asal Jawa Timur itu mendukung langkah gercep Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Ponorogo untuk mempertahankan kesenian Reog Ponorogo Jawa Timur, Indonesia. LaNyalla juga menegaskan bahwa kesenian ini benar-benar milik Indonesia, sehingga tidak ada negara atau pihak manapun yang berhak mengklaim.

“Kita harus benar-benar melindungi khazanah budaya yang kita miliki yang dilengkapi dengan berbagai dokumen penunjang yang kuat, agar tidak ada lagi pencurian seni budaya oleh negara lain,” jelas LaNyalla.

LaNyalla pun meminta kepada pemerintah, untuk merebut kembali berbagai kesenian yang telah diklaim oleh pihak lain. “Jika mereka mengeklaim, maka harus kita lawan, kebenaran itu bisa disalahkan, tapi kebenaran tidak bisa dikalahkan,” tegas LaNyalla.

Baca juga : Kasus Investasi Ilegal Semakin Masif, Ketua DPR RI: Harus Ada Perhatian Serius untuk Menghentikannya

LaNyalla yakin, Bupati Ponorogo bisa menemukan dokumen yang secara scientific bisa meyakinkan UNESCO bahwa Reog produk asli seniman dan budayawan Ponorogo. Untuk itu, LaNyalla menegaskan, harus ada penekanan kepada Pemerintah Malaysia jangan asal klaim budaya milik orang lain.

“Apalagi Reog secara jelas menunjukkan bahwa ia merepresentasikan budaya Jawa bukan budaya Melayu,” terangnya.

Sementara dukungan pun mengalir dari berbagai elemen terhadap hal ini. Dukungan tersebut direpresentasikan dalam bentuk atraksi puluhan barongan Reog. Hal ini dilakukan sebagai pembuktian bahwa Reog asli warisan leluhur Ponorogo.

Baca juga : Penolakan Penundaan Pemilu, Ketua DPD RI: Itu Prinsip yang Dikehendaki Bangsa Ini

“Harusnya menjadi pertimbangan UNESCO, karena penguasaan penjiwaan terhadap suatu kesenian menunjukan kepemilikan yang melekat dengan jiwa penarinya dan karakter ke-Jawaannya,” pungkas LaNyalla. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal