LampuHijau.co.id - Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, kebangkitan ekonomi pascapandemi perlu kerja ekstra, terutama bagaimana penguatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Sehingga apa yang kita harapkan Indonesia salah satu negara yang energi market terdepan dibanding dengan negara-negara lain, itu sedikit lagi kalau kita bisa menata dan mengelola negara dengan benar, kita akan menjadi terdepan dan bisa setara dengan negara-negara lain, negara maju,” tutur Cucun dalam diskusi publik F-PKB dengan tema ‘Menangkap Peluang Investasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi’ di ruang rapat Delegasi Nusantara V, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2022).
Akan tetapi Cucun menyampaikan, tantangan ke depan bukan hal yang mudah. Pasalnya, kini semua negara merasakan bagaimana untuk mengendalikan inflasi karena faktor komoditas, juga faktor global, karena ada eskalasi di salah satu benua (Rusia-Ukraina) yang ini menurut Cucun bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Kita menyaksikan Rusia dengan Ukraina, yang ini bukan waktu yang sangat cepat untuk diselesaikan dan dampaknya sudah kita rasakan di energi, terutama di sektor migas. Ini karena negara itu merupakan produsen juga dan kontributor untuk sebagian belahan dunia yang ini akan akan menjadi satu goncangan bagi ekonomi seluruh dunia bukan hanya Indonesia,” terang Cucun.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subhi memaparkan, ada dua isu besar yaitu isu investasi dan pertumbuhan. Menangkap berbagai pandangan narasumber dalam diskusi tersebut, Fathan sependapat, pertumbuhan ekonomi tanpa keterlibatan swasta yang besar, progresnya terlalu lambat.
“Jadi, swasta harus dikasih porsi yang besar dan ini saya kira sesuai atau paralel dengan Presiden Pak Jokowi berkali-kali meminta swasta untuk terlibat secara aktif,” ujar Fathan.
Baca juga : Gus Yahya Jadi Ketum PBNU, Ketua Amarta: Pluralisme dan Kedamaian Bakal Terjaga
Menurutnya, kalau berbicara pertumbuhan ekonomi, dan swasta dikasih ruang yang besar, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 hingga 8 persen. “Jadi, saya kira peran swasa harus kita pacu terus dan perlu dukungan politik, saya kira kami PKB mendukung sepenuhnya peran swasta untuk telbat secara aktif. Jadi, jangan sedikit-sedikit plat merah dan plat merah, karena sesungguhnya APBN kita hanya 2300 triliun. Potensi swasta, potensinya luar biasa sekali besarnya ego sektornya kita harus dorong terus, kita kasih ruang-ruang untuk optimalisasi,” tegas Fathan.
Sementara Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang hadir langsung di diskusi tersebut, mendukung langkah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI yang terus menyuarakan masalah investasi kondisi kekinian yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Kata Bahlil, pembahasan masalah investasi yang disampaikan FPKB satu di antaranya melalui diskusi publik harus rutin dilakukan agar bisa mencerahkan masyarakat.
“Saya menganggap diskusi ini sangat strategis, ini menunjukkan bahwa fraksi PKB selalu berinovasi dan berevolusi terus untuk bagaimana menyampaikan tentang kondisi kekinian. Dan apa yang dilakukan ke depan dengan strategi, dan saya pikir ini sesuatu yang bagus kalau dilakukan secara rutin,” kata Bahlil. (Asp)