LampuHijau.co.id - Polsek Rate-rate, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara diminta segera periksa DE. Pasalnya, DE diduga mendanai aksi demo penolakan Penjabat Bupati Kolaka Timur Ir H Sulwan Aboenawas yang berlangsung besar-besaran beberapa waktu lalu.
"Kami berharap agar Polsek Rate-rate segera memeriksa DE. Berdasarkan proposal demo, besar dugaan beliau yang mendanai aksi penolakan Penjabat Bupati Kolaka Timur," kata warga Kolaka Timur, Sabtu (26/3/2022).
Baca juga : Mural Sebuah Karya Seni, Anis Matta Minta Pemerintah Nggak Usah Paranoid
Pemeriksaan DE ini, lanjut warga ini, sangat penting untuk menghindari benturan antara dua kelompok pendemo yang berbeda kepentingan. Sebab fakta di lapangan, massa pendemo yang mendukung Penjabat Bupati Kolaka Timur Ir H Sulwan Aboenawas juga banyak. Ini sangat rawan terjadi bentrokan fisik di lapangan.
Seperti diketahui, Dalle Effendi dinilai tidak mampu mencari partner dukungan dari dari partai lain di DPRD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara {Sulteng). Akhirnya DPP Partai Demokrat menarik dukungan dari Dalle Effendi. Dukungan ini untuk mengisi kekosongan atau pergantian antar waktu (PAW) jabatan Wakil Bupati Koltim, Andi Merya yang kini diitahan KPK karena terkena operasi tangkap tangan (OTT).
Baca juga : Diduga Jadi Pelakor, Rumahnya Dicoret-coret Tuh Sama Orang
"Benar dukungan kita yang tadinya ke Dalle Effendi, kita geser ke yang lain. Karena Dalle ini tidak bisa mendapat juga dukungan dari partai lain," kata Anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Demokrat, Anis Fauzan.
DPRD memiliki 25 kursi yang didominasi Partai Nasdem dengan raihan 9 kursi. Sementara 7 partai lain mendapatkan 2 sampai 4 kursi. Dan Partai Demokrat hanya 2 kursi. Artinya, Partai Demokrat harus bersama partai lain untuk bisa mengusung Dalle Effendi menjadi calon Wakil Bupati Koltim.
Baca juga : Digugat Rp1 Triliun, Bukalapak Diminta Penuhi Kewajiban saat Mediasi
"Dan karena kesempatan yang kita berikan ke Dalle Effendi tidak berhasil mendapatkan dukungan dari partai lain di DPRD Kabupaten Koltim, maka kita putuskan mengalihkan dukungan ke calon lain," tandas Anis yang mantan Humas DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini. (ULI)