LampuHijau.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih meyakini bahwa uang ratusan juta yang disita dari laci Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan kasus dugaan jual beli jabatan.
“Saksi mengakui itu milik saksi. Sebagian dari fakta-fakta akan kita buka di persidangan dua tersangka yang sudah rampung berkasnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah menanggapi pemeriksaan Menag Lukman, Kamis (23/5/2019).
Febri menambahkan, pihaknya tak cuma merujuk keterangan satu saksi saja, melainkan dicocokkan dengan bukti-bukti lain. Apalagi, dari jumlah uang yang disita KPK tak ada yang dikembalikan ke saksi.
Baca juga : Prilly Latuconsina Perang Lawan Akun Bodong dan Media Tak Berimbang
“KPK tidak hanya bergantung pada satu keterangan saja. KPK mencari informasi serta bukti lain soal asal-usul uang tersebut yang jumlahnya cukup banyak,” kata Febri.
Sementara, seusai diperiksa KPK, Lukman mengaku ditanyai sejumlah hal. Dari seleksi jabatan sampai masalah uang dalam laci kerjanya yang kini disita KPK. "Ya, tentu banyak sekali pertanyaan, saya tidak hapal lagi, banyak," katanya di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, kemarin.
Disinggung masalah uang ratusan juta di laci kerja, Lukman membenarkan bahwa uang tersebut disita KPK. Namun, dia membantah itu uang suap.
Baca juga : SRP2H: KPK Sedang Sakaratul Maut, Ada Serigala Berbulu Domba
"Saya jelaskan bahwa semua itu adalah akumulasi dari pertama dana operasional menteri yang saya simpan dalam laci meja kerja saya. Lalu, juga sebagian dari honorarium yang saya terima dalam saya memberikan kegiatan-kegiatan pembinaan, ceramah-ceramah, baik di internal Kementerian Agama maupun di luar Kementerian Agama," jelas Lukman.
Lukman menambahkan, biasanya bila uang perjalanan dinas dalam dan luar negeri masih tersisa, dia taruh ke dalam laci kerjanya. Tetapi, Lukman tak ingat berapa jumlah seluruh uang tersebut.
"Sebagian, merupakan sisa dana perjalanan saya, baik perjalanan dinas dalam negeri maupun perjalanan dinas keluar negeri. Dari semua itu adalah akumulasi dari ketiga sumber tadi, yang lalu kemudian biasa saya simpan di laci meja kerja saya," tutur Lukman. (DED)