LampuHijau.co.id - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif menegaskan, Prabowo Subianto adalah calon presiden atau Capres 2024. Sementara A. Riza Patria adalah calon gubernur DKI Jakarta yang juga digelar pada 2024.
Bedanya, pemilihan presiden atau pilpres dan pemilihan legislatif atau pileg digelar berbarengan pada Februari 2024. Sementara Pilkada DKI Jakarta digelar Oktober 2024.
Baca juga : Kalahkan Prabowo, Airlangga Masih Jadi Favorit Capres 2024
"Sudah pasti, capres dari partai kami untuk 2024 adalah Pak Prabowo Subianto. Dan untuk cagub DKI Jakarta adalah Pak Ariza Patria," tegas Syarif usai gelar Forum Grup Diskusi (FGD) ke-4 di kantor DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, kawasan Bendungan Hilir, Selasa (22/2/2022).
Menurut Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta ini, pilihan capres Prabowo Subianto dan cagub Ariza Patria merupakan pilihan yang realistis dan rasional. Dan sangat berpeluang menang di dua event politik bergengsi tersebut.
Baca juga : Gerindra Depok Komit Dukung Prabowo Subianto Jadi Capres 2024
Sementara Pengamat Politik Ray Rangkuti menjelaskan, tidak ada perubahan dalam Pileg 2024. Ini baru pertama di Indonesia.
"Masalahnya, 2019 penyelanggaraan tetap barengan. Tapi 2024 jaraknya pileg, pilpres ke pilkada 8 bulan. Perlu ada devisi khusus dari DPD Gerindra untuk tangani pilkada dan pileg di DKI," ujarnya.
Baca juga : Pelantikan Riza Jadi Wagub DKI, Istana Hanya Undang Pras dan Anies
Ray Rangkuti memprediksi, pada Pileg 2024 bakal banyak perseteruan di interen caleg dalam satu partai. "Tahun 2024, pemilih cenderung memilih sosok capres dan partainya. Begitu juga dengan cagub DKI cenderung memilih cagub dan partainya," ujarnya.
Soal peluang Ariza menjadi gubernur DKI di 2024, menurut Ray Rangkuti, bila mesin partai bergerak cepat dari sekarang, peluang itu sangat terbuka. "Apalagi Ariza kan incumbent. Dan peluang incumbent itu sangat besar. Tinggal bagaimana mesin Partai Gerindra DKI bergerak dengan cepat, bagus, dan terukur," imbuhnya. (ULI)