Terkait Kasus Vaksin Kosong di Medan, DPR Bakal Bentuk Panja

Minggu, 23 Januari 2022, 14:31 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Terjadinya insiden vaksin kosong yang diinjeksi oleh salah satu tenaga kesehatan (nakes) ke siswa sekolah dasar di Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini, membuat Komisi IX DPR mengambil langkah untuk membentuk panitia kerja (Panja) vaksinasi Covid-19. Demikian yang diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR dari fraksi PKS, Netty Prasetiyani.

Ia mengatakan, saat ini komisinya masih menunggu utusan dari setiap fraksi untuk bergabung dalam panja vaksinasi. “Akibat banyaknya permasalahan dari hulu ke hilir di sektor vaksinasi, membuat komisi IX bersepakat untuk membentuk panitia kerja (panja) vaksin,” tuturnya, Sabtu (22/1/2022) kemarin.

Selain akan menyoroti temuan kasus di lapangan terkait proses vaksinasi, panja vaksin, kata Netty, terutama akan fokus pada roadmap vaksin primer yakni dosis 1 dan 2, anggaran vaksin, target, serta cakupan vaksinasi.

Baca juga : Terkait Kasus Salah Transfer Rp32,5 Miliar, DPR Minta OJK dan BI Periksa Petinggi BRI

Panja vaksin, katanya, akan mendalami sejumlah hal terkait temuan kasus vaksinasi di lapangan, mulai dari jenis dan ketersediaan logistik vaksin, rantai pasokan, ketersediaan tenaga vaksinator, strategi tata kelola KIPI, hingga sinkronisasi data vaksinasi.

“Kita bentuk panja ini bukan untuk mengancam pemerintah, tapi ini adalah bentuk tugas counterpart sebagai pertanggungjawaban kepada rakyat,” tegasnya.

Netty melanjutkan, melalui Panja vaksin, Komisi IX berusaha membangun keyakinan dengan menekan pemerintah bahwa vaksin halal dan aman bagi masyarakat terutama anak-anak. Namun, hal itu belakangan dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Baca juga : Kasus Tanah Cakung Terasa Janggal, DPR Bakal Panggil BPN

Seperti diketahui, kasus injeksi vaksin kosong ramai lewat video yang beredar di media sosial baru-baru ini. Video itu memperlihatkan seorang vaksinator yang diduga menginjeksi suntikan tanpa cairan vaksin ke murid Sekolah Dasar (SD).

Sementara pihak Kepolisian dikabarkan telah memeriksa nakes yang diduga merupakan pelaku injeksi vaksin kosong tersebut. Kini nakes yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi setelah menjalani pemeriksaan.

“Penyidik sedang bekerja, memeriksa saksi-saksi, karena kegiatan kemarin kan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari. Dari 500 baru 460 yang sudah dilakukan vaksinasi. Ini masih tahap penyelidikan. Kasus ini masih berproses kami tetap menggandeng IDI untuk menindaklanjuti video viral,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (21/1/2022) lalu. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal