1,1 Juta Vaksin Kedaluwarsa, DPR: Pemerintah Evaluasi dan Pantau, Jangan Disuntikkan ke Warga

Jumat, 21 Januari 2022, 08:52 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Terkait vaksin Covid-19 kedaluwarsa yang jumlahnya mencapai 1,1 juta dosis di akhir Januari mendatang, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, melakukan evaluasi dan pemantauan. Terlebih, capaian vaksinasi di banyak daerah terutama di luar Jawa masih belum merata.

“Saya harap ada evaluasi menyeluruh soal vaksin ini. Kok bisa sampai 1,1 juta dosis belum terpakai, malah mau kedaluwarsa. Jangan sampai ada ketimpangan dengan di luar Jawa. Ingat lho, masih banyak warga yang belum bisa vaksinasi dosis pertama dan kedua di luar Jawa,” tutut Cak Imin, Kamis (20/1/2022).

Baca juga : Sebagai Satuan Besar TNI, DPR Minta Jabatan Pangkostrad Harus Segera Diisi

Untuk itu, dirinya meminta agar pemerintah untuk terus memantau terus masa berlaku vaksin. Jangan sampai vaksin yang kedaluwarsa tidak segera ditarik dan masih dipakai untuk disuntikkan kepada warga.

“Saya ingatkan agar vaksin yang diindikasikan akan kedaluwarsa terus dipelototi. Dan yang sudah kedaluwarsa harus segera dibuang. Cek satu-satu petanya dan jumlahnya berapa di masing-masing daerah,” tegas Cak Imin.

Baca juga : Program Booster Vaksin Covid-19 Segera Dilaksanakan, DPR Berharap Pemerintah Gratiskan untuk Masyarakat

Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mendorong partisipasi aktif masyarakat, untuk tidak segan menanyakan masa kedaluwarsa vaksin yang bakal disuntikkan oleh petugas. Menurutnya, itu perlu. Petugas tentu bisa saja melakukan kekeliruan dengan tidak mengecek masa berlakunya terlebih dahulu.

“Tanyakan dulu status vaksinnya sebelum disuntikkan. Jaga-jaga siapa tahu petugasnya tidak perhatikan,” terangnya.

Baca juga : Kasus Kekerasan Seksual Anak Makin Marak, Waket DPD RI : Langkah Tegas dan Strategis Negara Dibutuhkan

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut ada 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 yang telah kedaluwarsa. Mayoritas berasal dari donasi gratis asal negara-negara maju. “Vaksin yang expired (kedaluwarsa) sampai Desember (2021) ada 1,121 juta dosis. Dari jumlah itu, 1,1 juta yang expired adalah donasi gratis, 98 persen donasi gratis,” ungkap Budi. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal