Survei TBRC: Elektabilitas Airlangga Tinggi, Rakyat makin Ingin Perubahan

Jumat, 14 Januari 2022, 07:43 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Hasil survei Timur Barat Research Center (TBRC) terbaru mencatatkan bahwa terkait penilaian masyarakat terhadap tokoh bakal capres 2024-2029, didasarkan pada beberapa faktor.

Ketika ditanyakan pada respoden, di antaranya yang diharapakan oleh publik adalah tokoh yang didasarkan memiliki pengalaman di pemerintahan (84,6 %), Didasarkan pada pengalaman di legislatif (74,8 %).

Yohanes Romeo, Direktur Eksekutive TBRC mengatakan, didasarkan Kemampuan dan Prestasi saat Menjabat di Pemerintahan dan Legislative (70,3%), Didasarkan pada Pengalaman Berorganisasi dan Memimpin Organisasi Politik (59,6%).

Ia menilai, tingkat Elektabilitas Tokoh didasarkan pada empat ukuran perilaku spesifik & aspek Kepemimpinan Transformasional untuk Bakal Presiden RI ke-8 yang dipilih masyarakat (responden) dengan simulasi nama-nama tokoh yang di sodorkan pada responden, maka tokoh yang paling banyak dipilih adalah Airlangga Hartarto sebanyak 17,20%, selanjutnya Prabowo Subianto dipilih oleh 14,20% responden.

Posisi ketiga ada Ganjar Pranowo 10,70%, diikuti Muldoko 5,20%, dan Agus Harimurti Yudhoyono 4,90%. Lalu Puan Maharani 4,70%, Gatot Nurmantyo 4,20%. Kemudian Anies Baswedan 3,40%, Muhaimin Iskandar 2,70%, Sri Mulyani 2,60%, La Nyalla Mattalitti 2,10%, Ridwan Kamil 1,90%, dan Tri Rismaharini 1,70%. Lalu, Sandiaga Uno 1,60%, Erick Thohir 1,40%, dan terakhir Khofifah Indar Parawangsa yang dipilih oleh 1,20%. Sedangkan yang belum memilih ada 20,30% responden.

Baca juga : Survei PSI: Airlangga Hartarto Terkuat untuk Kepemimpinan Nasional Pasca Jokowi

Tingkat Elektabilitas Tokoh Bakal Capres 2024 Didasarkan pada Faktor Pengalaman, Kemampuan, dan Prestasi dengan simulasi nama-nama tokoh yang disodorkan dalam kuesioner pada responden, kembali Airlangga Hartarto di posisi pertama yang dipilih 20,80% responden, diikuti Prabowo Subianto 15,70%.

Lalu Ganjar Pranowo 13,80%, Anies Baswedan 6,40%, Gatot Nurmantyo 6,10%. Selanjutnya ada Puan Maharani 4,90%, Muldoko 4,10%, Sri Mulyani 2,80%, Tri Rismaharini 1,70%, La Nyalla Mattalitti 1,70%. Kemudian Ridwan Kamil 1,90%, Agus Harimurti Yudhoyono 1,90%, Khofifah Indar Parawangsa 1,20%, Muhaimin Iskandar 2,20%, Sandiaga Uno 1,60%, dan Erick Thohir 1,40%. Sedangkan yang belum memilih ada 11,80% responden.

Pengamat politik dari Al Azhar, Ujang Komaruddin menilai, meningkatnya elektabilitas Airlangga Hartarto (AH), maka akan muncul ancaman dari pihak yang ingin menjegalnya sebagai capres 2024. "Ancaman negatif terhadap AH itu muncul karena elektabilitasnya semakin tinggi. Dan banyak lawan politik yang ingin mengambil kesempatan tersebut," ujarnya.

Selain itu, kinerja AH saat ini sudah cukup sebagai modal menjadi capres 2024. "Dan bisa saja jadi modal untuk persiapan nyapres. Karena seorang capres itu salah satunya akan dilihat dari kinerjanya," ungkapnya.

Hasil survei ini juga ditanggapi oleh Ketua Umum Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia Manskur. Kata dia, tidak dipungkiri kinerja Airlangga dalam memulihkan ekonomi dan keberpihakan pada petani sawit sangat jelas memberikan dampak kesejahteraan bagi petani sawit.

Baca juga : Kaum Disabilitas Perlu Regulasi agar Dapat Kesetaraan di Berbagai Sektor

"Sehingga sangat pantas kalau Airlangga itu memiliki tingkat keterpilihan yang tertinggi di antara para tokoh bakal capres. Karena rakyat nggak butuh pemimpin pencitraan, rakyat butuh kejelasan, dan yang pasti-pasti saja," ucapnya.

**Elektabilitas Golkar Meningkat**

TBRC kembali melakukan survei terhadap Parpol dan Tokoh Tokoh Bakal Capres 2024 pasca dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo pilihan masyarakat. Preferensi publik terhadap dinamika politik NASIONAL jelang Pemilu 2024 terkait partai politik.

Yohanes Romeo mengatakan, hasil survei menyatakan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik saat ini sangat rendah, karena hanya 15,7 persen responden. Sisanya, sebanyak 84,3 persen menilai sebaliknya.

Yohanes menilai, dukungan terhadap partai politik sangat rendah dengan alasan dari 84,3 persen menyatakan bahwa partai politik bukanlah institusi yang menjadi saluran buat aspirasi publik ke pemerintah. Tetapi partai politik lebih menjadi alat buat elite-elite politik mencapai kekuasaaan serta menguasai sumber daya alam dan sumber ekonomi, dan banyak kader parpol cenderung melakukan korupsi.

Baca juga : Survei SPIN: Elektabilitas Prabowo Masih Tertinggi, Ganjar dan Anies Belum Mampu Kejar

"Dari hasil temuan survei, parpol yang paling sukses dekat dengan masyarakat sekaligus memiliki kemampuan untuk berada mengarahkan kebijakan negara sesuai kehendak masyarakat adalah Golkar. Di mana 81,9 persen responden menyatakan Golkar merupakan parpol yang sukses dekat dengan masyarakat.

Kemudian PDI Perjuangan 79,7 persen, Nasdem 72,8 persen, PKB 68,4 persen, PPP 64,8 persen, Gerindra 50,6persen, PAN 52,9 persen, PKS 47,8 persen, dan Demokrat 40,3 persen," kata Yohanes dalam keterangan tertulis, Kamis (13/1/2022).

Menurut dia, tingkat elektabilitas parpol dari hasil survei, tingkat preferensi pilihan responden terhadap Parpol jika pemilu legislatif digelar hari ini dengan simulasi pertanyaan top of mind atau terbuka, maka hasilnya sebanyak 14,9 persen memilih PDI Perjuangan, disusul Golkar 14,6 persen, Gerindra 14,6 persen, Demokrat 3,9 persen, PKB 6,8 persen, Nasdem 4,8 persen, PKS 5,1 persen, PPP 1,6 persen, PAN 3,9 persen, dan gabungan parpol lain 4,9 persen. Sementara yang belum menjawab 25,10 persen.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tingkat elektabilitas parpol, maka hasilnya PDI-Perjuangan tetap teratas dengan 17,7 persen, disusul Golkar 17,6 persen, Gerindra 16,9 persen, Demokrat 5,1 persen, PKB 7,4 persen, Nasdem 4,7 persen, PKS 6,8 persen, PPP 1,7 persen, PAN 4,2 persen, dan gabungan parpol lain 6,7 persen. "Sedangkan yang belum memilih sebanyak 11,2 persen," ucapnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal