Survei PSI: Airlangga Hartarto Terkuat untuk Kepemimpinan Nasional Pasca Jokowi

Airlangga Hartarto bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: Detik.com)
Minggu, 2 Januari 2022, 18:36 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Panel Survei Indonesia (PSI) kembali melakukan survei tentang kriteria kepemimpinan nasional 2024-2029 yang diinginkan masyarakat, seperti apaD?

Direktur Eksekutif Panel Survei Indonesia (PSI) Andri Gunawan, SE mengatakan, dalam hasil survei ini tergambar bahwa sebanyak 72,6 persen publik menilai puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo selama memimpin bangsa ini. Sedangkan yang menilai tidak puas hanya sebanyak 24,1 persen, dengan 3,3 persennya tidak menjawab atau tidak tahu.

Andri menyebutkan bahwa survei PSI tentang kriteria kepemimpinan 2024 yang diinginkan masyarakat. "Dari Hasil survei jajak pendapat keinginan masyarakat dalam kepemimpinan 2024 adalah kepemimpinan yang kuat di tiga aspek, antara lain aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih, dan pemerintah yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional,” kata Andri dalam keteranganya, Minggu (2/1/2022).

Andri menjelaskan, survei menunjukkan 89,9% masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi, 84,2% menginginkan pemerintahan yang bersih, dan 70,3% masyarakat menginginkan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas politik & keamanan nasional.

Baca juga : Airlangga Hartarto Kandidat Kuat Pengganti Jokowi di Pilpres 2024

“Sedangkan pemerintah yang kuat, menurut masyarakat, yang jika presiden didukung oleh mayoritas DPR sebanyak 82,9 persen, didukung pelaku bisnis/dunia usaha, baik dalam dan luar negeri, sebanyak 88,6 persen, serta yang menyatakan mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan sebanyak 90,7 persen,” kata dia.

**Partai Golkar masih Unggul**

Sementara temuan survei juga menunjukkan preferensi masyarakat pada partai politik dengan elektabilitas PDIP mencapai 12,7 persen. Sedangkan posisi kedua ditempati Golkar dengan elektabilitas 12,4 persen, posisi ketiga Gerindra 11,9 persen. Kemudian, posisi berikutnya ditempati Demokrat dengan elektabilitas 8,9 persen, di mana Demokrat menjadi parpol di luar pemerintahan yang memiliki peningkatan elektabilitas yang sangat signifikan dibandingkan hasil pemilu 2019.

"Lalu ada partai PKB yang memimpin elektabilitas papan tengah sebesar 7,1 persen, disusul Nasdem yang meraih elektabilitas 6,8 persen. Kemudian partai-partai Islam lainya, yaitu; PKS 6,1 persen, PAN 3,3 persen, dan PPP 2,6 persen,” jelasnya.

Baca juga : RUU Pertembakauan Penting, DPR RI: Negara Harus Hadir Menyelamatkan & Melindungi Kepentingan Nasional, Bukan Luar

Sisanya adalah partai-partai baru yang diprediksi tidak bakal lolos ke Senayan, yaitu PSI meraih elektabilitas 1,3 persen, sedangkan Perindo dengan elektabilitas 1,3 persen. Lalu Hanura (1,1 persen), PBB (0,9 persen), PKPI (0,8 persen), Berkarya (0,8 persen), dan Garuda (0,8 persen).

"Kemudian partai-partai politik yang baru terbentuk, yang sedang membentuk kepengurusan untuk ikut serta dalam pemilu 2024, hanya partai Prima menjadi preferensi publik dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen, disusul Partai Gelora 0,7 persen, Partai UMAT 0,2 persen, dan sisa yang belum memilih sebanyak 18,9 persen,” bebernya.

**Tokoh Elektabiltas Airlangga masih Tinggi**

Andri menjelaskan, terhadap tokoh yang bakal dipilih jika pilpres digelar hari ini, dengan didasarkan pada tiga aspek yang kepemimpinan pasca Presiden Joko Widodo pada tahun 2024-2029 yaitu aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih, stabilitas politik dan keamanan, maka Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang diingin dan dipilih dengan tingkat elektabilitas 18,3 persen. Lalu di posisi kedua ada Prabowo Subianto 16,2 persen, Ganjar Pranowo 14,4 persen, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) 5,9 persen, Sri Mulyani 5,4 persen, Anies Baswedan 3,3 persen.

Baca juga : Survei TBRC: Airlangga Tokoh Bakal Capres Paling Diinginkan Masyarakat

Kemudian Muhaimin Iskandar 3,2 persen, Puan Maharani 3,2 persen, Muldoko 3,1 persen, Sandiaga Uno 3,1 persen, Harry Tanoesudibjo 2,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Khofifah Indarparawangsa 1,9 persen, Erick Thohir 1,7 persen, dan yang belum memilih 13,7 persen.

“Survei ini dilakukan 14-29 Desember 2021. Jumlah total sampel sebanyak 1.820 orang responden yang tersebar di 34 Provinsi. Sampel ditarik dengan metode multistage random sampling. Survei tersebut mengandung tingkat toleransi kesalahan plus minus 2,3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” tutupnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal