Said Aqil: Gerakan 212 Bukan Kebangkitan Islam, Tapi Politik

Selasa, 14 Desember 2021, 08:29 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj mengatakan, gerakan 212 bukan merupakan kebangkitan Islam. Gerakan itu dinilainya memiliki tujuan politik, tetapi dengan mengatasnamakan agama.

Hal itulah yang menjadi alasan dirinya menolak gerakan 212 ini sejak awal kemunculannya. Demikian yang diungkapkan Said Aqil saat menceritakan tantangannya memimpin PBNU, secara khusus ketika menghadapi kemunculan gerakan 212.

Baca juga : Tersangka Mafia Tanah Tukang AC Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

“Itu luar biasa kerasnya tantangan bagi saya. Ada sebagian dari NU juga (mengatakan) bahwa ini adalah kesempatan kebangkitan Islam. Kalau menurut saya, itu bukan kebangkitan Islam. Karena jelas tujuannya politik yang mengatasnamakan agama,” tutur Said Aqil dalam tayangan 'Gagasan Kiai Said Menuju Mukatamar NU' yang disiarkan akun YouTube TVNU, Senin (13/12/2021) kemarin.

Bahkan, Said Aqil menduga, sebetulnya ada banyak orang yang menolak gerakan 212. Akan tetapi yang berani menolak secara terang-terangan gerakan tersebut hanya dirinya saja.

Baca juga : KPAD Aceh Serukan Polisi Kembangkan Kasus Pemerkosaan Anak

“Satu-satunya orang yang bersuara keras, yang bersuara terang-terangan menolak 212 ya, saya. Barangkali yang menolak banyak, tetapi yang eksplisit, dengan ucapan yang jelas terang benderang hanya saya barangkali,” tambahnya.

Sementara Said Aqil pun mengungkapkan alasannya menyebut 212 bukan sebagai gerakan Islam. “Saya menganggap itu bukan kebangkitan Islam, bukan gerakan Islam, karena tidurnya di masjid, tetapi salatnya di lapangan. Masjid jadi tempat tidur, menunggu salat Jumat di lapangan. Itu yang tidak benar menurut saya,” tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal