LampuHijau.co.id - Letak peran MPR ketika kelompok terorisme ini sudah bertransformasi dalam kehidupan berdemokrasi, Anggota MPR RI, Sugiono mengatakan, pemasyarakatan 4 Pilar jangan hanya sebatas tataran, paparan dan diskusi saja. Menurutnya, hal itu harus dilakukan secara lebih nyata dalam merealisasikan 4 pilar.
"Saya kira, fungsi mendasar yang yang harus dilaksanakan adalah bagaimana pemasyarakatan 4 pilar ini tidak hanya sebatas tataran, paparan dan diskusi saja. Lebih dari apa yang sudah kita lakukan sekarang, saya kira kita juga harus lebih nyata,” tuturnya dalam diskusi bertajuk 'Vaksinasi Empat Pilar Lawan Transformasi Kelompok Terorisme', di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/12/2021).
Menurutnya, apa yang harus dilakukan oleh MPR, jadi salah satu fungsi dari badan sosialisasi dengan melakukan pemasyarakatan terhadap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita kenal dengan istilah 4 Pilar, berbangsa, dan bernegara, di mana di dalamnya ada Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Baca juga : Telkomsel Berkolaborasi dengan Zoom Hadirkan CloudX Meeting 2.0
“Contohnya kalau kita berbicara tentang Pancasila, kita tidak hanya menguraikan Pancasila itu saja. Tapi, bagaimana kemudian kita menciptakan satu iklim, suatu keadaan dimana ya nilai-nilai Pancasila itu dilaksanakan.
Kemudian, berbicara tentang UUD 45, bukan sekedar penjelasan pembukaan pasal batang tubuh dan penjelasannya saja, tetapi bagaimana menciptakan apa yang ditunjukkan oleh pendiri-pendiri bangsa ini seperti termaktub dalam pembukaan UUD 45 itu bisa terwujud,” terang politisi Partai Gerindra ini.
Selain itu, Sugino menjelaskan, mengurangi lahan-lahan subur, di mana kelompok-kelompok teroris ataupun pendukung terorisme tersebut bisa tumbuh. “Artinya, kita harus mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, perbaikan penghasilan kemudian mengurangi pemisah antara yang kaya dan miskin, dan hal-hal yang sifatnya meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Baca juga : Menkopolhukam Silaturahmi dengan Seniman dan Budayawan Jatim di Gedung Mahameru
Pada kesempatan yang sama, dikatakan Anggota MPR RI, H. Muhammad Nasir Djamil, sosialisasi 4 pilar itu belum begitu profesional, belum terintegrasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). “Dalam beberapa kali rapat di Komisi III, saya sudah mengajak untuk kita bersama-sama. Kita punya program yang namanya sosialisasi 4 pilar, mari kita sama-sama di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Politikus PKS ini pun menilai, sosialisasi 4 pilar MPR RI sangat strategis sekali jika dilakukan secara baik dan benar. Bahkan, Ia mengakui sudah menyampaikan kepada pimpinan MPR agar dibuat modul.
“Modul sosialisasi dan pelatihan untuk anak Paud, TK, SD, SMP, Perguruan Tinggi, serta masyarakat awam dan mayarakat yang berprofesi itu harus ada semuanya. Sehingga mereka semua ada kesadaran,” terangnya.
Baca juga : Siap Hadiri Panggilan BK, Pras: Saya Ketuk Palu di Gedung DPRD, Bukan di Restoran
Sementara ia kembali menegaskan, kolaborasi antara MPR RI, BPIP, dan BNPT dengan sosialisasi 4 pilar dikatakannya bisa menjadi Trisula maut. “Trisula maut ini, sebenarnya untuk bisa mencegah dan menanggulangi terorisme di Indonesia,” pungkasnya. (Asp)