LampuHijau.co.id - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad mengatakan, partai politik sebaiknya memberikan kesempatan untuk mengadakan kontestasi politik. Tujuannya, untuk menggali, melihat, dan mencari tokoh yang berjiwa pahlawan.
Mencari tokoh yang memilikii nilai-nilai kepahlawanan dalam kontestasi politik nasional, yang sedang kita persiapkan dalam waktu dekat, dikatakannya, memang tidak mudah.
“Kalau kita mencari tokoh-tokoh yang semangat juangnya seperti pahlawan, untuk dijadikan kontestasi politik, apalagi pemilihan yang sekarang ini ada Pemilu, ada Pilkada, dan macam-macam hal ini tidak mudah didapatkan saat ini,” tutur Fadel Muhammad saat diskusi Empat Pilar MPR RI bertema 'Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional' di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/11/2021).
Baca juga : Hari Pahlawan, LSM KPMP Kota Depok Bertekad Menangkan Pradi-Afifah
Menurutnya, spirit jiwa kepahlawanan dan jiwa motivasi yang tinggi harus muncul ke permukaan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pilihan lebih banyak dalam Pilpres 2024 mendatang.
“Untuk itu, dibutuhkan media seperti saudara-saudara yang bisa mengangkat orang-orang untuk kemudian menjadi tokoh di tingkat nasional. Kita butuh pemimpin-pemimpin lebih banyak, kita butuh kontestasi yang dikatakan. Dan kita bisa memilih tokoh-tokoh yang bagus, siapa dan bagaimana, sehingga kita bisa mendapatkan tokoh yang lebih bagus,” terang mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.
Pada kesempatan yang sama, Pakar Politik Prof Siti Zuhro mengatakan, kita seharusnya mencoba memahami apa yang sedang dihadapi oleh masyarakat. “Ini yang seharusnya dimunculkan oleh kita semua, sehingga sampai pada nanti kompetisi kontestasi nasional kita di 2024, tidak boleh lagi mengulang blunder atau kesalahan paktek distorsif pemilu-pemilu sebelumnya. Kalau kita mau maju,” ujarnya.
Baca juga : Soal Banjir, Rio: Janji Anies Surut Enam Jam Omdo!
Lebih lanjut ia berharap, jangan sampai ada orang internasional mengatakan pemilu belum selesai atau baru mulai sudah tahu hasilnya. “Jangan lagi ada penilaian seperti itu, ini sangat serius. Kalau tidak Indonesia itu akan dientengi oleh Asean, karena kita tidak pandai mengolah penduduk yang 270 juta lebih per- September 2021,” tegasnya.
Oleh karena itu, menurut Siti, yang perlu ditekankan ke depan adalah untuk kompetisi kontestasi. “Kompetisi itu dengan seleksi, jadi kita harus melakukan rakyat melakukan head Hunter, dengan calon-calon yang betul-betul merepresentasikan kemajemukan Indonesia,” jelasnya.
Sementara Prof Siti juga berkeinginan agar di Pilpres 2024 mendatang akan muncul banyak pasangan calon sesuai dengan kemajemukan bangsa Indonesia. “Jangan lagi kita dihadapi dengan dua pasangan calon. Itu saya termasuk yang tidak setuju. Biarlah sesuai dengan kemajemukan kita muncul beberapa pasangan calon, seperti tahun 2004-2009. Ada calon dari Jawa Barat, calon dari mungkin Kalimantan, Sulawesi, terserah dari manapun.
Baca juga : Jika Anis Baswedan Maju Pilpres 2024, Ganjar Pranowo Diprediksi bakal Dicalonkan PDIP
Sudah saatnya kompetisi kontestasi politik nasional 2024 itu kita isi dengan kotestasi yang sehat. Pemilu nasional, pilpres dan pileg yang betul-betul berkualitas, berintegritas, dan akhirnya siapapun yang menang, tidak perlu lagi kayak kemarin,” pungkasnya. (Asp)