Seliruh Parpol Protes Davis Kirana Menang Telak di Malaysia, Diduga Ada Kecurangan

Caleg Davin Kirana. (Foto: net)
Jumat, 17 Mei 2019, 20:31 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anak Rusdi Kirana yakni Davin Kirana selaku Caleg Partai NasDem nomor urut 2 Dapil DKI Jakarta II yang meliputi (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri) diduga lakukan penggelembungan suara di Malaysia. Selaku pendatang baru sebagai caleg, anak bos maskapai Lion Air itu dinilai menang telak di Malaysia.

Kini, sejumlah elite partai politik kompak protes terhadap suara yang didapat Davin Kirana. Mayoritas partai politik menduga, ada indikasi penggelembungan suara di Malaysia yang bermuara ke Davin Kirana dari segmen pemilihan via pos.

Ketua Daerah Pemilihan Luar Negeri (DPLN) Partai Demokrat Lukmanul Hakim curiga penggelembungan suara dilakukan secara masif.

"Sudah jelas indikasi penggelembungannya. Kejanggalan muncul ketika perhitungan suara di mana hampir 80 persen suara semuanya untuk Davin Kirana. Berdasarkan pantauan para saksi kami karena rata-rata 400 suara ke Davin muncul di setiap pos perhitungan, bahkan partai lain nol," ucap Lukmanul Hakim saat dikonfirmasi Harian Lampu Hijau The Jak, Jumat (17/5/2019).

Baca juga : Nyolong Ponsel Pedagang, Emak-emak di Majalengka Nyaris Diamuk Warga Satu Pasar

Lukmanul menjelaskan bahwa Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) melakukan pemungutan suara ulang. Itu dilakukan ketika surat surat tercoblos ditemukan Panwaslu. Pemungutan suara ulang juga disepakati oleh semua pihak. Batas akhir penerimaan surat suara pos yakni pada Rabu (15/5). Setelah itu dilakukan penghitungan.

Lukmanul mengatakan, surat suara yang diterima PPLN via pos untuk dihitung hingga Rabu sebanyak 22.807. Namun, suara dominan bermuara ke caleg Partai NasDem nomor urut 2 Davin Kirana. "Perhitungan pertama PSU pos ini terdiri dari 38 meja perhitungan pos. Hampir semua Memilih caleg NasDem nomor urut 2," papar dia.

Keanehan itu, kata Lukmanul, juga dari proses penerimaan amplop surat suara dari pos Malaysia. Lukmanul mengatakan seharusnya amplop yang tiba berasal dari berbagai distrik. Namun, kenyataannya tidak demikian.

"Logikanya kan simpel. Kalau surat suara dalam seminggu sampai ke kantor pos Malaysia maka surat suaranya bervariasi. Tetapi yang muncul dominan dari dua distrik," papar Lukmanul.

Baca juga : Redmi 7 Siap Melenggang di Pasar Indonesia, Harga Terjangkau

Lukmanul lalu menjelaskan bahwa surat suara yang telah dihitung itu baru 22.807 yang tiba pada Rabu (15/5). Masih ada sekitar 60 ribu amplop surat suara yang baru tiba. Mengenai hal itu, Lukmanul mengatakan mayoritas partai politik tidak mau penghitungan suara dilakukan. Alasannya, batas akhir penerimaan amplop surat suara via pos adalah Rabu (15/5). Sementara sekitar 60 ribu surat suara tersebut baru tiba pada Kamis (16/5).

"Demokrat, Golkar, PDIP, Gerindra, dan PPP menolak untuk dihitung karena itu sudah melanggar surat edaran KPU yang hanya menerima batas akhir 15 Mei," jelas Lukmanul.

Dalam pertemuan tersebut terjadi perdebatan panjang, bahkan hingga deadlock. Panwaslu dan saksi-saksi sejumlah parpol menolak, namun PPLN tetap melanjutkan proses perhitungan. "62 ribu (tetap) dihitung dan sekarang masih dalam proses perhitungan. Dan hasilnya sama, penggelembungan suara ke Davin Kirana," tandas Lukmanul.

Kekecewaan juga terlontar dari Ketua PIP PKS di Malaysia, Ali Sophian, yang menjelaskan, PSU Jalur Pos digelar karena temuan surat suara tercoblos atas nama caleg NasDem Davin Kirana yang menghebohkan beberapa waktu lalu.

Baca juga : Agar Negara Berdaulat, FMM Bangsa Indonesia Harap Pemilu Bebas Kecuranganl

“Kecurigaan ini bertambah dengan temuan alamat fiktif, yaitu di Pekan Sekinchan, dengan pemilih yang mencapai ratusan dan bahkan ribuan, dan kemungkinan adanya alamat yang dipergunakan seperti ini ada beberapa. Hal ini dikuatkan dengan temuan Panwaslu yang kami dengar,” papar Ali.

Atas temuan tersebut, Ali meminta dan mendukung agar Panwaslu mengusut dan mengungkap keterlibatan salah satu caleg dalam dugaan penggelembungan suara di PSU Pos Kuala Lumpur. "Harus diusut, agar clear semuanya," tandas Ali. (DED)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal