Jangan Lihat Masa Jabatan Panglima TNI Saat Ini, MPR RI: Lihat Visi, Misi, dan Hasilnya Nanti

Senin, 8 Nopember 2021, 16:22 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Terkait dengan ditetapkannya Jenderal Andika Perkasa oleh DPR RI sebagai Panglima TNI, Anggota MPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan, jangan dilihat masa jabatannya saja yang hanya 13 bulan. Tetapi lihatlah hasilnya nanti.

Menurutnya, ada hal-hal yang banyak yang bisa dibuat Dalam waktu 13 bulan jika memiliki visi dan misi serta wawasan yang luas. “Akan tapi kalau pun juga memiliki waktu bahkan bisa 3 tahun, tetapi tidak memiliki konsep visi-misi dan juga tidak memiliki wawasan yang luas, ya bisa juga tidak bisa berbuat apa apa,” tutur politisi partai Golkar yang juga Anggota Komisi I DPR RI, dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema 'Panglima TNI Baru dan Tantangan Ketahanan NKRI' di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021).

Baca juga : Sudah Disetujui DPR Jadi Panglima TNI, Andika Ngaku Masih Belum Tahu Kapan Dilantik

Dinilainya, selama Andika Perkasa menjabat mulai dari DANJEN Paspampres, Pangkostrad, Pangdam, masa jabatan itu tidak menjadi permasalahan. “Karena di manapun dia berada, ia berhasil menetapkan atau pun juga meninggalkan legacy dan hasil karyanya di setiap posisi yang ditinggalkan,” ujarnya.

Untuk itu, Dave mengatakan, saat ini kita harusnya lebih konsen terhadap hal-hal apa saja yang menjadi tantangan Panglima TNI baru ke depan. Di mana, isu-isu Hankam yang paling berat saat ini untuk internal adalah masalah Papua.

Baca juga : Harga PCR Masih Melambung, DPR RI Minta Polisi Tindak Tegas Penyelenggara yang Curang

“Masalah Papua kemarin dia (Andika) sudah memaparkan, bahkan bisa dibilang setengah lebih dari waktu pemaparan dia dan tanya jawab membahas soal isu Papua. Isu Papua ini seperti kita ketahui, kita harus siap-siap bahwa ini akan terus berlanju. Tapi itu, Papua ini tidak bisa juga diserahkan di satu sektor atau satu sisi saja,” terangnya.

Kemudian, penggunaan kekuatan militer, dipandangnya memang penting dan perlu. Mengingat, ancaman dan juga serangan secara militer juga berjalan di Papua.

Baca juga : Jika Pemerintah Ajukan PPN Sembako dan Pendidikan, MPR: Lihat Dulu Kondisi Ekonomi dan Rasa Keadilan

“Berarti masih ada yang menyuplai senjata, peluru, dan juga termasuk dana. Mereka yang menyuplai itu semua juga berasal dari dalam juga. Jadi, tingginya kasus korupsi digunakan juga untuk membiayai pertempuran di Papua. Dan itu, membuat permasalahan ini berlarut-larut tak ada hentinya,” tandasnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Pengamat Militer Universitas Kristen Indonesia (UKI) Sidrathata Mukhtar mengatakan, banyak harapan besar terhadap Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI dengan segala kelebihan yang dimilikinya. “Di mana peran Panglima TNI baru yang diharapkan lebih profesional dan lebih terukur di waktu yang lebih singkat. Ini adalah momen uji kemampuan perwira tinggi seperti Andika. Apakah dengan pendidikan militer di Amerika dan kolaborasi dengan kepemimpinan di dalam negeri ini akan konvergensikan satu peran yang lebih profesional dan lebih baik. Jadi, kita tunggu ke depannya,” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal