Pantau Rencana Singapura Impor Listrik, Ketua DPD RI Minta Pulau Bulan Disiapkan Maksimal

Rabu, 3 Nopember 2021, 13:09 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah segera menyiapkan Pulau Bulan, Batam, sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya untuk memenuhi pasokan listrik ke Singapura.

LaNyalla yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, mengatakan rencana Singapura untuk mengimpor listrik dari Indonesia harus disikapi dengan serius.

"Saya rasa rencana Singapura ini tidak main-main. Karena mereka sedang mengalami masalah energi. Ini kesempatan bagi Indonesia yang memperluas ekspor energi," katanya, Rabu (3/11/2021).

Baca juga : Disparitas Pembangunan Masih Terjadi hingga 76 Tahun, DPD RI: RUU Daerah Kepulauan Harus Dibahas dan Ditetapkan Jadi Undang-Undang

Senator asal Jawa Timur mendorong pemerintah agar rencana tersebut terealisasi. "Karena, secara ekonomi jelas kita akan diuntungkan. Kita pun harus membuktikan jika pasokan energi listrik yang kita miliki lebih besar dari negara tetangga lain, seperti Malaysia," ujarnya.

Hanya saja, LaNyalla mengimbau pemerintah untuk menghindari permasalahan di kemudian hari. "Persiapkan teknis tersebut dengan matang. Sehingga rencana ini bisa on the track dan memberikan keuntungan lebih buat negara. Pemerintah juga harus meminimalisir hadirnya oknum-oknum yang mencari keuntungan dari rencana ini," katanya.

Menurut LaNyalla, Singapura menjadi pasar yang sangat ideal untuk mengekspor listrik. "Pemerintah melalui Kementerian ESDM memang berencana mengekspor listrik, sebab Indonesia memiliki kelebihan daya listrik. Berdasarkan lokasi, jelas Singapura menjadi pasar yang potensial," jelasnya.

Baca juga : Indonesia Negara Maritim Terbesar, Anggota MPR RI: Punya Laut, Tapi Belum Bisa Manfaatin Maksimal

Bahkan, LaNyalla berharap ekspor bisa diperluas lagi hingga ke negara-negara ASEAN lainnya. "Jika kemungkinan itu ada, kenapa tidak dimanfaatkan. Yang jelas, kita harus diuntungkan dari hal tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura merilis rencana untuk mengimpor lebih dari 4 gigawatt (GW) listrik dari luar negaranya, atau 30% dari penggunaan domestiknya hingga 2035.

Hal itu untuk mendiversifikasi pasokan dan meningkatkan ketahanan energi. Dalam uji coba pertamanya, Singapura berencana mengimpor 100 megawatt (MW) listrik dari Malaysia dan juga 100 MW listrik tenaga surya dari Pulau Bulan, Indonesia.

Baca juga : Energi Baru Terbarukan Harus Jadi Prioritas, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Berani Manfaatkan Tenaga Nuklir

Singapura sendiri sedang mengalami krisis energi yang diakibatkan permintaan yang meningkat dan juga kenaikan tajam harga gas alam akibat gangguan pasokan. Gas sendiri meliputi 95% penggunaan listrik di negara itu.

Kabarnya, gangguan itu disebabkan gangguan impor gas dari pipa gas West Natuna RI dan rendahnya pasokan gas dari Sumatera Selatan (Sumsel). Saat ini, 60% pasokan gas negara itu memang berasal dari Indonesia. (DRS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal