Rapat Banggar DPRD DKI, Basri Baco Jadi "Bintang" Penundaan

Kamis, 28 Oktober 2021, 00:21 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pembahasan APBD DKI 2022 yang dilaksanakan di Grand Cempaka Resort, Puncak, Bogor, Jawa Barat yang seyogianya digelar 27-30 Oktober 2021, terpaksa ditunda jadi Senin, 1-3 November 2021.

Pemantauan di ruang sidang Badan Anggaran (Banggar) APBD 2022 yang diusulkan Pemprov DKI sebesar Rp80,15 triliun ini adalah Basri Baco, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta yang mengusulkan penundaan tersebut.

"Bila hari libur, jalan ke Puncak ini sangat macet. Jadi, kurang efektif kita menggelar rapat saat ini," ujar Baco di rapat yang dipimpin Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tersebut, Rabu (27/10/2021).

Baca juga : Sahabat Ganjar Cepat Tanggap, Bantu Korban Kebakaran di Kampung Pulo

Bukan hanya itu, lanjutnya, besok (Kamis 28/10/2021), para SKPD kemungkinan mengikuti acara peresmian salah satu lapangan di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta. "Jadi,, kurang bagus juga kita melanjutkan rapat ini. Karena beberapa pimpinan SKPD akan hadir di JIS mendampingi gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," ujarnya.

Sementara Idris, dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan, sebaiknya rapat Banggar ini dilanjutkan. Karena sudah direncanakan dari Jakarta.

"Ini bukan soal macet dan acara JIS. Ini untuk menggunakan waktu yang telah kita rencanakan bersama. Saya meminta agar pimpinan rapat tetap melanjutkan rapat ini," tegas Idris.

Baca juga : Pandemi Timbulkan Ketidakpastian, Ketua Banggar DPR RI: Reformasi Struktural Jadi Kebutuhan dalam RUU APBN 2022

Melihat adanya masukan berbeda dari anggota Banggar DPRD DKI Jakarta ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menawarkan dua opsi. "Siapa yang setuju ditunda. Dan siapa yang setuju dilanjutkan. Ini jalan tengah yang saya tawarkan selaku pimpinan rapat," kata Pras, sapaan akrabnya.

Terlihat yang setuju rapat ditunda hanya sedikit dari jumlah anggota Banggar yang hadir. Anehnya, ketika ditanya yang setuju dilanjutkan berdiri, malah hanya sedikit.

Akhirnya, yang setuju ditunda yang menang. Pras terlihat tetap mengedepankan demokrasi yang benar dengan menampung semua aspirasi anggota Banggar DPRD DKI yang berjumlah 54 dari 106 total anggota DPRD DKI. Bahkan, Pras tetap bersabar dan terus memimpin rapat walau tidak satu pun wakil ketua mendampinginya dari awal rapat hingga ditutup. Pada hal, wakil ketua DPRD DKI Jakarta itu berjumlah empat orang. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal