Wujudkan Tujuan Berbangsa, Bamsoet: PPHN akan Tampung Seluruh Aspirasi Rakyat

Selasa, 26 Oktober 2021, 09:13 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) menjadi kanal untuk menampung seluruh aspirasi dan keinginan rakyat Indonesia yang tidak tertampung dalam sistem politik yang ada. Semua ini untuk mewujudkan tujuan berbangsa, seperti tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

“Tidak hanya aspirasi umat Islam, tetapi juga agama-agama lain. Tujuannya, untuk memajukan kehidupan beragama di Indonesia dalam menjaga kebhinekaan, toleransi, saling menghormati di antara pemeluk agama,” kata Bambang Soesatyo dalam Peluncuran dan Bedah Buku karya Wakil Ketua MPR Arsul Sani di Media Center MPR/DPR/DPD, Lobi Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2021) kemarin.

Peluncuran dan bedah buku berjudul “Catatan Dari Senayan 2: Relasi Islam dan Negara, Perjalanan Indonesia” ini dihadiri para narasumber, yaitu Fahri Hamzah, Prof Dr Azyumardi Azra, Prof Dr Lili Romli, dan A. Rahman Makmun, MSi. Selain itu, hadir pula Sekretaris Jenderal MPR Dr Ma’ruf Cahyono, SH, MH, dan Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi, Siti Fauziah, SE, MM.

Berita Terkait : Wujudkan Transparansi, Kapolri Launching Aplikasi Dumas Presisi

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, mengungkapkan, dalam penyusunan PPHN seluruh stakeholder dan kelompok membicarakan masa depan Indonesia. “Aspirasi semua kelompok terwakili dalam PPHN yang disusun MPR. Semua terlibat dan terwakili dalam rumusan PPHN,” jelasnya.

Dengan PPHN, lanjut Bamsoet, kita mempunyai gambaran kemajuan agama di masa depan. Misalnya soal jumlah rumah ibadah masing-masing agama.

“Agar NKRI tetap terjaga dan kebhinnekaan juga tetap terjaga. Saling menghormati dan mengkikis intoleransi,” terangnya.

Berita Terkait : Jalin Keakraban, Lurah Cikini Makan Sop Kambing Bareng PPSU

Sementara dalam konteks PPHN, Bamsoet menantang penulis buku Arsul Sani menulis PPHN dalam perspektif Islam. “Saya menunggu tulisan Bapak Arsul. Apakah perencanaan pembangunan jangka panjang memang sesuai dengan nilai ajaran Islam. Saya kira membiarkan negara tanpa arah dan tanpa haluan merupakan satu pelanggaran karena bisa membawa ke arah ketidakpastian dan inefisiensi anggaran,” tambahnya.

Bamsoet sendiri meyakini, apabila bangsa Indonesia mempunyai guidance atau bintang pengarah, maka kita tidak akan kehilangan arah atau kehilangan haluan dalam menjalankan pemerintahan, siapa pun presidennya.

“Ini menjadi tantangan menarik untuk Bapak Arsul, PPHN dan amandemen kelima masih terkait dengan relasi Islam dan negara. Apakah PPHN ini sudah membawa pesan-pesan umat. Atau apakah pilihan liberalisme dan demokrasi yang kita anut hari ini sesuai dengan nilai-nilai keIslaman kita,” pungkas Bamsoet. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal