LampuHijau.co.id - Mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli mengatakan, keuangan negara saat ini mengkhawatirkan. Sebab, ada sejumlah proyek yang tidak urgen dikerjakan namun seakan dipaksakan dibangun. Dampaknya, kata pria yang juga pernah menjadi Kepala Bulog itu, yang memikul beban keuangan negara adalah rakyat kecil.
“Daya beli rakyat makin lama makin merosot karena likuiditas, yang ada di masyarakat disedot oleh utang,” ujar Rizal Ramli dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan Partai Gelora, bertemakan APBN di antara Himpitan Pajak dan Utang Negara, Rabu (20/10/2021) kemarin.
Selain itu, ia menilai, keuangan rakyat merosot bukan karena Covid-19 melainkan sistem pengelolaan fiskal di Indonesia amburadul. “Bukan hanya karena Covid-19. Karena, pengelolaan fiskal yang ugal-ugalan. Tapi tidak ada di DPR Atau apa yang mau ngomong ini kecuali Misbakhun. Saya kira karena yang lain itu bagian dari united oligarki. Yes man semua,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menganggap wajar jika semasa awal pandemi pemerintah menarik utang dari berbagai sumber, dan nilainya cukup fantastis. “Defisit (APBN), utang dan sebagainya apakah Cuma Indonesia yang mengalami situasi ini? Tidak, semua negara mempunyai dampak yang berbeda-beda dalam menghadapi situasi ekonomi (kala) pandemi,” tuturnya.
Baca juga : Jalan Kaki Mengitari GBK, Puan Ingatkan Berolahraga Penting di Masa Pandemi
Menurut politisi Partai Golkar ini, tidak fair jika nilai utang semasa pandemi dibandingkan dengan waktu sebelumnya pada rentang masa 7 tahun pemerintahan Presiden Jokowi. “Tentu ini akan menjadi situasi dan keadaan yang tidak adil,” ujarnya.
Sementara dia menilai, siapa pun menteri ataupun presidennya, maka ketika menghadapi situasi pandemi seperti saat ini bukan tidak mungkin akan mengambil langkah taktis, sebagai langkah antisipatif mengatasi penyebaran wabah dan dampak perekonomian di dalam negeri.
Baca juga : Dewan Kota Sarankan Material Proyek Saluran Air yang Diragukan Warga Diuji Mutu
“Pandemi ini juga menjadi ujian bagi para pemimpin, mengenai kelas ujiannya, leadership-nya, dan bagaimana mencari antisipasi terhadap situasi dan keadaan yang ada,” pungkasnya. (Asp)