Nggak Cuma Dunia Usaha, Indonesia Juga Bisa Bangkrut Jika Pemerintah Tak Lakukan Langkah Strategis

Kamis, 14 Oktober 2021, 07:19 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Anis Matta mengatakan, Covid-19 tak hanya bisa sebabkan kebangkrutan dunia usaha. Namun juga bisa menimbulkan ancaman kebangkrutan negara.

Menurutnya, krisis ekonomi tak hanya dipicu oleh adanya pandemi Covid-19 semata. Namun juga banyak dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan tranformasi, perkembangan teknologi serta tren perubahan iklim.

Berita Terkait : Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Kendalikan Import dan Harga Besi Baja

“Ada kebutuhan revolusi ekonomi berskala besar yang sistemik mengenai konsep ekonomi Indonesia masa depan, yang ingin saya sebut dengan Geloranomics,” tuturnya dalam diskusi Gelora Talk bertema Covid-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha, Rabu (13/10/2021) kemarin.

Lebih lanjut Anis mengungkapkan, Indonesia membutuhkan ekonomi yang berorientasi pada perubahan iklim, pemberdayaan sosial, transformasi teknologi dan disrupsi pada globalisasi. “Adanya pergerakan manusia secara global, membuat orientasi pada ekonomi domestik menjadi sangat penting, paling tidak dalam sepuluh tahun ke depan,” terangnya.

Berita Terkait : Agar Nggak Jadi Target Kerusakan Tambahan, Anis Matta: Pemerintah Harus Hati-hati Sikapi Perang "Elang Vs Naga"

Kemudian, yang kini tengah menjadi sorotan adalah tingginya angka pengangguran kelompok usia muda yakni milenial dan Generasi Z yang mencapai 18 persen, dikhawatirkan menimbulkan persoalan.

“Sebab dalam sejarah revolusi, angka setinggi itu merupakan pertanda akan memicu suatu pergerakan sosial yang besar. Karena apa yang sebelumnya diasumsikan sebagai bonus demografi, tiba-tiba sekarang menjadi bencana demografi,” pungkas Anis.

Berita Terkait : Puan: Dengan Gotong royong, Tahun Depan Ranking Vaksinasi Indonesia Bisa Meningkat Lagi

Pada kesempatan yang sama, Ekonom senior Faisal Basri mengatakan, jika tidak ada langkah strategis dari pemerintah, ancaman kebangkrutan ekonomi di Indonesia akan terjadi bahkan sebelum masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo berakhir di tahun 2024. “Kebangkrutan itu tidak bisa terlalu lama, sebelum 2024, pemerintah ini sudah bangkrut," ujar Faisal Basri.

Sementara salah satu indikator yang disoroti Faisal adalah keputusan BUMN PT Waskita Karya yang menjual saham kepemilikan ruas Tol Cibitung-Cilincing senilai Rp 2,44 triliun. “Waskita menjual jalan tol Rp2 triliun, padahal investasinya Rp11 triliun, kan lama-lama bisa bangkrut keuangan negara. Saya berharap, Presiden Jokowi segera sadar bahwa keuangan negara sedang di bawah ancaman dan perlu langkah taktis untuk menyelamatkan itu,” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal