Kementerian PUPR Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih Untuk 200 Ribu Warga Kota Tangerang

Kamis, 7 Oktober 2021, 13:21 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (7/10), bangun Instalansi Pengolahan Air (IPA) Sitanala di Kota Tangerang berkapasitas 500 liter per detik. Setidaknya, akan ada 50 ribu warga di kota tersebut yang bakal disambungi air bersih yang berasal dari air baku Sungai Cisadane.

"Jadi pembangunan IPA Sitanala ini berkapasitas 500 liter sudah dilakukan sejak 2 minggu lalu, tapi pelaksanaannya 390 hari kalender atau 13 bulan. Jadi dipastikan, tahun 2022 pembangunan tahap satu sudah selesai," tutur Anang Muchlis, Direktur Air Minum pada Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, di lokasi pembangunan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (7/10/2021).

Bila sudah jadi, IPA tersebut akan melayani setidaknya lima kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Seperti Kecamatan Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, Periuk, dan Neglasari.

Baca juga : KAI Daop 3 Cirebon Bantu Pemasangan Aliran Listrik bagi 10 Warga Tak Mampu

"Total pada tahap awal dengan kekuatan 500 liter per detik, akan ada 50 ribu sambungan rumah dan 200 ribu jiwa. Tahap selanjutnya pada IPA Sitanala ini, akan ditambah sampai 1000 liter per detik," ungkap Anang.

Pengerjaan IPA Sitanala ini juga merujuk pada RPJMN 2020-2024, dimana masyarakat Indonesia harus bisa mengakses air minum layak sebanyak 100 persen dan air minum aman 15 persen.

Namun, hingga hari ini capaian tersebut baru mencapai 90, 21 persen, masih kurang 9.79 persen lagi. "Makanya, ini bagian dari percepatan dari akses masyarakat untuk mendapatkan air minum, air bersih, aman dan layak," kata Anang.

Baca juga : Rekan Indonesia Masuk Gang, Beri Makan Siap Santap untuk Warga DKI yang Isoman

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Rozali Indra Saputra menambahkan pembangunan IPA Sitanala ini merupakan pengembangan SPAM Zona 2 Tahap I dari keseluruhan rencana pembangunan SPAM Zona 2 dengan kapasitas 1000 liter per detik.

"Kami juga sangat membutuhkan dukungan Pemda dan lembaga pengelola untuk dapat memastikan keberlanjutan SPAM yang telah terbangun nantinya. Diharapkan apa yang telah terbangun dapat memberikan kebermanfaatan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," tuturnya.

Lalu, setelah instalansi IPA Sitanala selesai, maka pengelolaan selanjutnya akan diserahkan kepada Kota Tangerang melalui PDAM Tirta Benteng. "Sebenarnya kebutuhan 1000 liter per detik itu hasil dari survey kita, ada real demand survey, MDS namanya. Jadi untuk sasaran zona 2 dengan 5 kecamatan tersebut, dibutuhkan 1000 liter perdetik," kata Dirut PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, Sumarya, di lokasi yang sama.

Baca juga : Memenuhi Panggilan, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina

Kedepannya, pipa dari IPA Sitanala akan menggantikan penggunaan air tanah yang selama ini ada yang masih digunakan masyarakat untuk kesehariannya. Sehingga, nantinya mereka akan menggunakan air baku sungai Cisadane untuk kebutuhan air bersihnya.

"Ini rangkaian dari ada juga kita dapat hibah intake di tahun 2018, nah sekarang tinggal instalasi pengolahannya gitu,"ujarnya. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal