Cita-cita Pancasila Sangat Ideal, Gus Jazil: Sering Nggak Nyambung dengan Realita yang Ada

Selasa, 21 September 2021, 10:43 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, cita-cita Pancasila sangat ideal. Namun, antara idealnya Pancasila dengan realita yang ada di masyarakat sering tidak nyambung. Pancasila sendiri adalah etika dan landasan segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Sering tidak nyambungnya antara cita-cita Pancasila dan realita yang ada," ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil ini, saat diskusi Empat Pilar MPR bertema Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat yang digelar di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).

Dikatakan Gus Jazil, sila-sila yang ada dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Semua konsep Pancasila bisa masuk dalam sendi-sendi kehidupan. Keberadaan Pancasila juga ditegaskannya, tidak perlu dipertentangkan dengan agama.

"Pancasila merupakan azimat yang ditemukan oleh para pendiri bangsa," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Baca juga : Polres Subang Rekayasa Arus Lalu Lintas guna Tekan Mobilitas Warga

Menurut alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, agar Pancasila bisa hidup di tengah masyarakat atau diamalkan, maka nilai-nilai yang ada harus dipahami. Kiat untuk memahamkan dasar negara itu dikatakan ditempuh lewat pendidikan dan ketauladanan. Sehingga untuk menyosialisasikan Pancasila, Gus Jazil mengatakan, tidak cukup bila hanya dilakukan oleh MPR dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) saja.

"Agar Pancasila bisa menjadi gaya hidup dalam keseharian, maka harus ada sosok yang bisa menunjukan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Nah, anak-anak milenial jaman sekarang butuh sosok seperti itu," terangnya.

Dicontohkannya, prinsip perekonominan nasional adalah usaha yang disusun berdasarkan azas kekeluargaan. Jika prinsip-prinsip perekonomian sudah disusun secara kekeluargaan maka hal demikian sudah selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

"Bila tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, di sinilah salah satu dari contoh tidak nyambungnya antara cita-cita dan realita," jelasnya.

Baca juga : Viral Video Penggandaan Uang, Ustaz Gondrong di Bekasi Ternyata Tukang Pijat

Selain itu, banyak permusyarawatan yang prakteknya berbeda saat di lapangan. Untuk itu, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu menegaskan perlu adanya ‘role model’ yang bisa dijadikan acuan untuk menjadi contoh ketauladanan.

"Ketauladanan yang kita inginkan sampai saat ini belum berhasil kita temukan. Pancasila hendaknya menjadi ruh dalam segala sendi kehidupan bagi semua sehingga Pancasila bisa membumi. Bila implementasi Pancasila belum terjadi maka masyarakat, anak-anak muda, akan semakin menjauh," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota MPR dari Kelompok DPD, Teras Narangar, yang hadir dalam diskusi lewat daring mengatakan, semua warga negara harus memahami pentingnya Pancasila. "Untuk memberi sosialisasi atau memahamkan nilai-nilai ini, harus disesuaikan dengan zamannya atau era yang ada," ujar mantan Gubernur Kalimantan Tengah itu.

Sementara Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP yang juga menjadi pembicara pada diskusi ini mengatakan, seseorang itu mengamalkan nilai-nilai Pancasila bisa dilihat dalam kehidupan kesehariannya. Apakah mempunyai rasa ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, dan persatuan? Bila nilai-nilai itu ada, maka seseorang itu mampu membuat tatanan hidup sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Baca juga : Mengenai Pilkada Serentak 2024, PDIP Nggak Sejalan dengan Nasdem dan Golkar

"Nilai-nilai yang demikian menurutnya ada pada sosok Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hatta disebut merupakan sosok yang bisa dijadikan tauladan. Elit politik memang harus memberikan contoh ketauladanan," tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal