LampuHijau.co.id - KONI DKI Jakarta melakukan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) di Lantai 4, Gedung KONI, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat.
Pendataan terhadap 700 orang yang terdiri dari pelatih, asisten pelatih (aspel) dan atlet tersebut untuk melihat jejak rekam prestasi dan kondisi kesehatan. Data tersebut nantinya dianalisa oleh KONI DKI Jakarta dan menjadi rujukan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) untuk dijadikan pembinaan atlet berprestasi.
Ketua Umum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid mengatakan, pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) menuju PON 2028 di NTT dan NTB ini untuk melihat jejak rekam seluruh atlet.
Baca juga : Dukung PON Pantai 2026, KONI DKI dan Ancol Jalin Kerja Sama Pembinaan Atlet
Prof. HH, sapaan akrab Hidayat, meminta kepada seluruh pelatih, aspel dan atlet untuk tetap berkomitmen dalam mengharumkan nama Jakarta di tingkat nasional maupun internasional. Dia menambahkan, di PON NTT dan NTB, KONI DKI mendapatkan tugas berat dari Gubernur Pramono Anung dan DPRD.
"Target kita juara umum. Insyaallah, dengan kekompakan tim cita-cita menjadi jauara umum bisa terwujud," terang profesor bidang olahraga dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, Kamis (9/4/2026).
Prof. HH melanjutkan, KONI DKI Jakarta juga terus melakukan kolaborasi sinergi dengan semua pihak. "Karena untuk mewujudkan prestasi itu harus didukung semua pihak dan bukan hanya KONI," tambahnya.
Baca juga : Sambut Nataru, KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Treatmen Peningkatan Keselamatan
*Verifikasi Pelatda*
Waketum I KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas melanjutkan, pendataan ini berlangsung dari Selasa hingga Jumat (7-10 April 2026). Setiap harinya dibagi menjadi dua sesi.
"Untuk sesi pertama pukul 10:00 WIB dan sesi kedua pukul 13:00 WIB. Setelah pendataan maka dilakukan verifikasi selanjutnya dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS)," tegas Anas.
Baca juga : Jelang ICONZ ke-9, BAZNAS Dorong Penguatan Kajian Fikih Zakat
Dia menambahkan, kegiatan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) adalah awal untuk menuju PON NTT dan NTB. "Kita terus melakukan analisa dan evaluasi dan ini bukan yang pertama tapi akan terus dilakukan secara berkala untuk mendapatkan atlet berkualitas," ujarnya. (ULI)