IPSC Dorong Atlet Berbakat untuk Bertanding Secara Profesional

Gelaran IPSC di GOR Ciracas Jakarta Timur, Minggu (23/6/2024). (Foto: ist)
Senin, 24 Juni 2024, 08:38 WIB
Olahraga

LampuHijau.co.id - Indonesia Pencak Silat Champions (IPSC) kembali digelar. Event pencak silat yang digandrungi atlet lokal dan nasional itu kini telah menginjakan kaki yang keempat kalinya.

Melihat antusiasme peserta, Pembina IPSC Syarif menilai, sudah saatnya setiap padepokan atau perguruan silat mendorong para atletnya agar profesional dan unjuk kemampuan dalam sebuah pertandingan.

"Justru harus diperbanyak pertandingan seperti ini, padepokan atau Perguruan yang tidak pernah ikut itu harus didorong dan diajak. Karena pertandingan itu penting bagi atlet atau anggota perguruan mereka," ungkap Syarif kepada awak media di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (23/6/2024).

Berita Terkait : Pemdes Ciasembaru Gandeng Partisipasi Bermakna Berantas Stunting di Indonesia

Di  satu sisi, hasil menang atau kalah, menurut Syarif, merupakan hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. Ia menekankan, agar para atlet bisa menjawab tantangan bahwa mereka terlahir sebagai generasi yang sehat jasmani dan cerdas.

"Kita ingin tentunya, melalui event ini kami mendapatkan bibit unggul atlet-atlet pencak silat terbaik untuk generasi mendatang. Dan event ini insya Allah, akan digelar lagi pada bulan November mendatang," jelasnya.

Pada IPSC keempat ini, telah diikuti oleh 838 peserta dengan memperebutkan total hadiah Rp 20 juta dalam bentuk medali, sertifikat, uang pembinaan, dan alat alat pendukung latihan untuk pencak silat.

Berita Terkait : Bertarung di IPSC, Banyak Atlet Bela Diri Masuk Perguruan Tinggi Jalur Prestasi

Nuryanto selaku ketua panitia menuturkan, peserta berasal dari Jabodetabek, Lampung, Tegal, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Serang, dan Banten.

"IPSC4 dilaksanakan tiga hari dari tanggal 21 Juni-23 Juni, di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Untuk juara pertama, kedua, dan ketiga mendapatkan medali dan sertifikat, serta uang pembinaan dengan total Rp 20 juta," ungkapnya.

Secara teknis, Nuryanto menjelaskan, kelebihan IPSC ke 4 ini menggunakan bagan 6 atau dimulai dengan perempat final. Hal itu sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk penginputan SIDANIRA jalur prestasi. Sidanira singkatan dari Sistem Pendataan Nilai Rapor sebagai pengganti nilai ujian nasional.

Berita Terkait : Polisi Tangani Kasus Video Viral di Youtube Secara Profesional

Sementara Nuh Putra Damar Alam (17), atlet Perguruan Tapak Suci Padepokan Taman Mini mengatakan, penyelenggaraan event IPSC berlangsung dengan baik. Atlet yang keluar sebagai juara umum itu mengikuti kelas tanding dan mampu menjadi juara.

"Di IPSC lawannya bisa jual beli ilmu atau teknik ke sesama lawan. Saya mau event ini lebih sering diadakan dan selebihnya sudah bagus," singkatnya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal