Walau Juara Umum di Jogja, Anas: Pordasi DKI Tetap Waspadai Jabar di PON XXI

Pordasi DKI juara umum dalam kejuaraan di Yogyakarta. (Foto: ist)
Selasa, 30 April 2024, 13:31 WIB
Olahraga

LampuHijau.co.id - Kendati mampu merebut gelar juara umum di lomba pacuan kuda, namun Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Jakarta patut mewaspadai kekuatan Jawa Barat (Jabar).

Pada Kejuaraan Berkuda Piala Tiga Mahkota dan Pertiwi yang sukses digelar di Lapangan Pacuan Sultan Agung, Bantul, Minggu (28/4/2024), kontingen besutan Aryo Djojohadikusumo sukses merebut juara umum dengan enam emas dan tiga perak.

"Meski kita meraih gelar juara umum, namun Jabar tetap kita waspadai di Pekan Olahraga Nasional pada September 2024 nanti di Aceh-Sumut," beber Chief de Mission (CdM) kontingen DKI Fatchul Anas, dalam bincang-bincang dengan awak media di Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Berita Terkait : Jakarta Selatan Sabet Juara Umum MTQ XXX Tingkat Provinsi DKI

Anas menyebut alasan Jabar patut diperhitungkan. Karena kontinen dari Bumi Priangan tersebut memiliki banyak kuda pacu yang diturunkan di kejuaraan tersebut.

"Memang Jabar hanya merebut dua kelas. Tapi lihat hampir di semua kelas, mereka mendapatkan tempat, entah itu di posisi kedua ataupun ketiga. Artinya, mereka juga memiliki potensi meraih juara. Apalagi mereka disuport habis oleh pemilik kuda yakni Edi Sadak yang memang 'gila' di olahraga kuda pacu," jelasnya.

Sementara Manajer Tim Kuda Pacu DKI Bagus mengatakan, keberhasilan meraih juara umum ini memang sudah diperkirakan sebelumnya.

Berita Terkait : Sudah 41 Cabor Juara Umum BK, Pras Berharap Kontingen DKI Berjaya di PON XXI

"Sudah sesuai dengan ekspektasi karena yang kita turunkan adalah kuda yang merebut juara di Babak Kualifikasi PON lalu. Memang ada yang di luar target. Untungnya berhasil ditutup oleh pelapis yang merebut medali emas," jelasnya.

Dalam lomba tersebut di nomor pamungkas yakni di race ke 21 yang memperebutkan hadiah sebesar Rp 250 juta terpaksa dibatalkan. Di kelas 3 tahun A/B atau Derby yang menempuh jarak 1.200 meter, ada seekor kuda yang belum masuk kandang star. Namun pintu star sudah dibuka, sekitar 11 kuda pun sudah digeber oleh jokinya masing-masing. Karena sesuai peraturan, apabila ada kuda yang belum masuk kandang star namun kuda sudah dilepas lomba menjadi tidak sah.

"Mengingat ada kuda yang belum masuk kandang star dan kuda sudah dilepas maka harus diulang. Tetapi mengingat hari sudah malam dan minim penerangan dan juga demi keselamatan kuda dan penunggangnya lomba terpaksa dibatalkan. Untuk hadiah dibagi merata untuk pemilik 12 kuda," ujar Ketua Panitia Aryo Djojohadikusumo menutup lomba. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal