LampuHijau.co.id - Semangat patriotik ditunjukkan atlet Kempo DKI Jakarta Sawitri Chyian. Meski mengetahui ibundanya meninggal saat akan menuju gelanggang pertandingan, ia tetap tegar.
Ia tidak punya pilihan, selain harus berjuang mengibarkan bendera tim Kempo DKI Jakarta di babak kualifikasi PON XXI/2024, yang kini berlangsung di Graha ITS Surabaya. Sawitri mendapat kabar dari keluarganya bahwa ibunda tersayang, Siti Rokayah binti Sahwan (54) meninggal pada pukul 06.15 WIB hari Rabu (23/8/2023), di rumah sakit Cobinong, Bogor. Bertepatan dengan tim Kempo DKI yang menginap di Hotel Dafam Surabaya, akan menuju venue pertandingan di Graha ITS Surabaya.
Baca juga : Lagi, Pemprov DKI Jakarta Beli Lahan Miliknya Sendiri
Meski hatinya berduka, Sawitri tetap ingin berangkat lantaran dirinya harus bertanding melawan wakil Riau, Tri Kurnia Dewi di laga perdana hari ini.
"Nyaman atau tidak nyaman saya harus siap. Mama memang sakit waktu saya berangkat. Ia menderita stroke waktu saya baru menjalani training camp (TC) di Hotel RCC Cempaka Putih. Tapi sebagai atlet saya harus kuat menerima kenyataan ini," kata Sawitri di Surabaya, Rabu (23/8/2023).
Baca juga : Dapat Dukungan PBB, Gerindra DKI Optimis Prabowo Menang di Jakarta
Sawitri menjelaskan, saat dirinya menjalani TC, ibundanya menjalani pengobatan di rumah di bilangan Cibinong ditemani ayahnya, Ngatman (63), seorang pensiunan TNI.
"Mama menjalani perawatan di rumah. Kemarin kondisinya drop dan dibawa ke rumah sakit Cibinong. Tapi Mama tidak tertolong," kata Sawitri, yang juga mengajar di Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan ini.
Baca juga : Novita Mundur dari Dirut JXB, Pemprov DKI Tetapkan Susunan Pengurus Baru
Tapi nasib baik ternyata berpihak kepada Sawitri saat bertanding. Melawan atlet Riau, Tri Kurnia Dewi di pantai pertama hari ini ia menang 10-0. Salut dan sukses. Maju terus Sawitri. (ULI)