Di Kejurnas 80 Persen Juara, Atlet DKI bakal Banyak Diloloskan di Prakualifikasi PON 2023

Atlet DKI banyak yang juara di Kejurnas 2022. (Foto: ULI)
Rabu, 14 Desember 2022, 19:05 WIB
Olahraga

LampuHijau.co.id - Sejumlah kegiatan KONI DKI sudah mengadang di tahun baru 2023 nanti. Utamanya yang paling penting adalah babak prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Babak prakualifikasi PON ini adalah sebagai satu syarat kontingen daerah termasuk DKI untuk mengikuti multi event empat tahunan, yang tahun 2023 akan dilangsung di dua provinsi yakni Aceh dan Sumatera Utara. Kontingen DKI tentunya berhasrat untuk meloloskan sebanyak mungkin nomor pertandingan. Hingga saat ini belum ada perubahan yakni 1.033 nomor pertandingan dengan 83 disiplin cabang olahraga (Cabor).

DR. Hidayat Humaid, Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta, tentu menginginkan hasil yang maksimal harus direbut atlet atlet kebanggaan Jakarta. "Tentu kita ingin meloloskan sebanyak mungkin nomor pertandingan di babak kualifikasi yang mulai bergulir di tahun 2023 nanti," terang pria yang juga dosen di UNJ ini.

Baca juga : Raih 37 Emas di Kejurnas Piala Presiden, Atlet Wushu DKI Diapresiasi Ketua Dewan Pembina

Dengan meloloskan atlet sebanyak-banyaknya, jelas pria yang disapa bang Dayat ini, membuka lebar kontingen DKI memperoleh medali emas. "Apabila kita banyak meloloskan atlet dan nomor pertandingan peluang menjadi juara akan terbuka lebar," jelas Hidayat, berbicara di acara Press Gathering KONI DKI bersama wartawan peliput olahraga di sebuah cafe di bilangan Petojo, Jakarta pusat (14/12/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum KONI DKI DR Hidayat Humaid dan sejumlah pengurus lainnya.

Untuk memuluskan langkah KONI DKI meloloskan atletnya sebanyak mungkin, beriringan dengan nomor pertandingan Bidang Binpres telah merancang sejumlah agenda di tahun 2023 nanti.

Baca juga : Urus Pendidikan Atlet, KONI DKI dan Dinas Pendidikan Berkolaborasi

"Ada beberapa agenda yang telah kita diskusikan di bidang Binpres utamanya menghadapi babak kualifikasi PON yang digelar di beberapa daerah termasuk di Jakarta. Salah satunya, kita mau tak mau mendatangkan pelatih asing di cabang tertentu agar prestasinya bisa terdongkrak. Kalau cabor tersebut kita anggap sudah kuat kita tetap memakai pelatih lokal," jelas Hidayat.

Selain mendatangkan pelatih asing, kehadiran Bidang IPTEK di KONI DKI tentu dilibatkan. Karena IPTEK lah yang bisa mengukur sejauh mana kemampuan atlet dan tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang atlet.

Lebih lanjut Hidayat menegaskan, akan mengirim sejumlah cabor melakukan latih tanding di luar negeri. "Latih tanding melawan atlet asing saya rasa sangat perlu untuk menambah mental bertanding si atlet itu sendiri selain juga menambah jam terbang bertanding. Tapi kalau cabor mendapat lawan tanding yang setimpal di dalam negeri tentu tidak kita kirim ke luar negeri," jelasnya.

Baca juga : Ditangkap Melawan, Dua Pelaku Pecah Kaca Asal Bandung Dilumpuhkan Polisi

Hal lain yang diungkapkan Hidayat demi kebersamaan atlet adalah menggelar pelatda terpadu. "Pelaksanaannya kapan baru akan kita putuskan setelah kita rapatkan. TC terpadu ini amat penting untuk memupuk kebersamaan," ujarnya.

Diketahui, sepanjang 2022 cabor-cabor yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) berhasil mendapatkan medali yang maksimal. Tercatat kurang lebih 80% cabor-cabor meraih juara umum saat Kejurnas. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal