LampuHijau.co.id - Hari-hari ini, suaranya sangat lantang. Terutama kepada Partai Demokrat, yang diharapkan segera meninggalkan koalisi yang dibangun Prabowo-Sandi. Arief Poyuono merasa, Demokrat sudah tidak sejalan lagi, sejak Agus Harimurti bertemu Joko Widodo, beberapa waktu lalu.
Suara Arief tentu saja sangat penting. Sebab, ia politisi yang berada di lingkaran elite Partai Gerindra. Posisinya juga sangat mentereng, Wakil Ketua Umum Gerindra. Selama ini, ia memang dikenal kontroversi. Misalnya saja saat ia meloncat dari PDI Perjuangan ke Gerindra.
Baca juga : Pengungsi Rohingya: Punya Pemimpin Amanah, Rakyat Indonesia Harus Bersyukur
Memiliki tanggal lahir 4 Februari 1971, weton Arief adalah Kamis Pon. Pada kalender Jawa, ia lahir pada tanggal 8 Besar 1902. Sebagai orang yang lahir di hari Kamis, wajar jika gerakan Arief termasuk ditakuti. Sebab, karakter orang yang lahir pada hari Kamis memang sangar penuh wibawa.
Pasaran Pon memberinya bekal sifat berani pada atasan serta senang berdebat. Tapi memang, bicaranya banyak diterima orang. Selain jalan fikirannya sering berbeda dengan pendapat umum, karakter juga tidak pernah mau memakan yang bukan haknya.
Baca juga : Di Media Sosial, Heboh Menang Prabowo (Maksudnya Nama di KTP)
Wuku saat ia lahir adalah Wuku Landhep, sehingga ia dilambangkan pohonnya Gendhayakan yang berarti bisa menjadi pelidung dan penolong orang lain. Sedangkan lambang burungnya adalah Atat kembang yang bermakna, bisa biasa dekat dengan orang besar.
Dengan latar bekal batin itulah, Arief Poyuono lancar menjadi politisi. Ia merupakan seorang aktivis yang populer, karena banyak gerakan yang membuatnya menjadi buruan wartawan. Ia misalnya, pernah menjadi Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.
Baca juga : Kampung Jawa Desa Ambal Gelar Pameran Keris Terbesar
Sebelum berpolitik, Arief memang pernah menjadi karyawan PT Merpati Indonesia, jadi ia juga pernah menjadi Ketua Umum Forum Pegawai Merpati Airlines. Ia juga aktif di Lembaga Bantuan Hukum BUMN serta Sentral Gerakan Burun Indonesia Raya. (C-1)