LampuHijau.co.id - Berasal dari khazanah sepuh, inilah keris luk tiga. Punya dhapur Jaka dengan nama Kiai Galangwesi. Keris digugbah oleh Mpu Hasilinggapati. Konon, ini merupakan pusaka milik Kebo Anabrang. Dia merupakan manggalyuda Majapahit yang pernah ikut memimpin pasukan Majapahit ke tanah sabrang.
Panjang bilah kira-kira 30,5 cm. “Menawi saking Selatan meniko, terwoco menawi Keris Luk 3 niku, piandelipun Kebo Anabrang,” kata mas Setyo dalam sebuah diskusi di antara para penggiat perkerisan saat melihat sebuah keris sepuh tanggu Majapahit.
Baca juga : Keris Semar Mesem ; Keris yang Diburu Para Playboy
Perdebatan terjadi, karena ada yang menyebut keris itu dimiliki Mahapatih Gajahmada dan dipakai saat mengucap Sumpah Palapa. “Meniko sanes jangkung. Namung dhapur jaka. Dene ingkang kangge sumpah palapa, asmanipun Kiai Gandawisa babaran Mpu Pujadewa saking jaman Prabu Jayanegara,” jelas Bopo MT Arifin.
Ada lagi, tambahnya, Dhapur sabukinten luk 11 pusaka Prabu Tribhuwana Tunggadewi atau Prabu Brawijaya II. “Keluatan esoterikipun Setyaning Aji. Ing alam alus dipun kenal Keris Kiai Wisa saking Sangiran,” ungkapnya.
Baca juga : Menemukan Keris Carangsoka Luk 9 yang Langka
Sementara itu, keris yang melegenda adalah keris Kiai Segarawedang yang populer dengan sebutan keris Nagasasra Sabukinten. Dan, keris Nogososro yang asli memang berasal dari era Majapahit.
Sumpah, apalagi Sumpah Palapa pasti memakai pusaka milik ratu. Sangat mungkin diizinkan memakai keris rattu, apalagi Gajahmada sudah melindungi Tribuwana Tungga Dewi dari pengaruh Prabu Jayanegara. “Kanjeng Eyang Mahapatih Gajahmada, Estu Sanget fenomenal, selain gagah, pemberani, saged melindungi..tanggap ing Sasmito lan rikat ing Karyo...Namung emanipun wonten pundi pusaranipun mboten wonten ingkang mangertos. Menawi moksa wonten pundi papan pamoksanipun,” kata Mas Setyo. (C-1)