Viral Gadis Cantik di Kalteng Jual Sayur Keliling, Demi Kuliah Kakak & Adik yang Mau Masuk Ponpes

Minggu, 13 September 2020, 21:13 WIB
Misteri

LampuHijau.co.id - Viral di media social,  seorang gadis berparas cantik yang berjualan sayur dan buah keliling menggunakan motor. Rupanya video viral itu dari akun TikTok si gadis @jiahnp. Video di Tiktok itu merekam kegiatannya jualan sayur dan buah keliling itu. Tentu saja aksi gadis cantik yang tidak gengsian itu mengundang perhatian warganet.

Gadis cantik penjual sayur dan buah keliling itu bernama Jiah Nor Pajarya (18). Dia pelajar SMK dan tinggal di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, bersama ibu dan adik perempuannya. Menurut Jiah, dia juga punya kakak perempuan yang sedang kuliah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Diceritakan oleh Jiah, dirinya memang berjualan untuk membantu orangtua. Sebab semakin dewasa kebutuhan keluarganya juga semakin banyak. Dia pun nantinya ingin lanjut kuliah setelah lulus dari SMK. Meski dia masih ragu-ragu. "Semakin kita dewasa, tanggungan semakin banyak. Adik mau masuk ponpes, otomatis nggak mungkin kan ngebebanin orang tua, mama juga usianya udah berapa, dia juga butuh istirahat, kita juga harus mikir gimana cari tempat biar mama bisa buka toko sendiri," katanya.

Baca Juga : 6 Rumah di Perumnas Depok Ludes Dilalap Si Jago Merah

Saat ini ibunya juga masih harus menyiapkan dana untuk keberlangsungan kuliah sang kakak. Sementara sang adik mau masuk Pondok Pesantren. Dia tak tega apabila sang ibu harus bekerja seorang diri ketika ia kuliah nanti. "Kakak kan kuliah juga, apalagi cita-citanya pengin jadi dosen. Dia kan jurusan matematika. Kalau adik masuk Pondok Pesantren, kakak kuliah, terus Jiah juga mau kuliah, siapa yang bantu mama? Siapa yang kerja?" ujarnya.

"Jadi mungkin diurungkan dulu niatnya. Kan kalau mau kuliah nggak terlambat juga," sambung Jiah.

Karena itu dirinya akan fokus untuk lebih banyak membantu ibunya lebih dulu. Ia pun ingin bisa membeli Mobil pick-up agar dapat membawa barang dagangan lebih banyak. "Sekarang mau fokus kerja dulu, niatnya, insyaallah mau ngejar pickup buat jualan ke pasar-pasar, biar jualannya bisa banyak, mau bantu banyak dulu, fokus kuliahin kakak sama masukin adek ke pondok," tuturnya.

Baca Juga : Pengunaan Dana Otsus Papua Harus Libatkan Masyarakat Adat dan Agama


Jiah sendiri belum lama berjualan sayur dan buah keliling.  Siswi kelas 12 itu awalnya berjualan kue buatan sang ibu. Menurut Jiah, ia mendapat keuntungan yang cukup banyak dengan berjualan sayur dan buah keliling.  Dengan belajar online seperti sekarang Jiah memiliki kesempatan untuk menambah pemasukan dengan berjualan buah dan sayur. Ia mulai membagi waktunya untuk menambah penghasilan guna membantu sang ibu. "Jiah kan baru pindah sekolah dari SMA 1 ke SMK 1, waktu pindah, corona masuk, langsung diliburkan, nah mulai di situ langsung kerja aja," ujarnya.

Dia sudah sudah membantu ibunya berjualan sejak masih duduk di bangku SD. Ia kemudian semakin rutin berjualan ketika memasuki SMP. "Kalau kue memang dari kecil, anggap aja dari kelas 2 SMP udah jualan kue. Tapi dulu itu waktu kelas 1 SD udah jualan keliling, tapi nggak tetap, misal lagi musiman ini terus jualan ini, gitu," kisahnya.

Sehari-hari, ia mulai ke pasar pada sekitar pukul 12.00 malam membantu keluarganya berjualan di Pasar Bebas Banjir atau yang dikenal Pasar PBB. "Biasanya jam 12 sampai jam 1 malam itu udah ke pasar nyusun barang, habis itu sampai jam 9 pagi jualan di PBB (Pasar Bebas Banjir) dulu, ikut sama sama Budhe-Pakdhe, lalu pulangnya langsung beli barang terus nyusun barang di motor."

Baca Juga : Viral, Calon Penumpang Dilecehkan dan Diperas Oknum Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta


"Sampai rumah paling tidur 1 sampai 2 jam, langsung jualan, lanjut jualan kue sama sayur," jelas Jiah. Jiah menyebutkan, ia mulai berangkat berjualan keliling pada pukul 12.00 siang hingga sekitar pukul 17.00.(LHTJ)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal