Paguyuban di Garut Ubah Garuda Pancasila, Kepala ke Arah Depan (Bukan ke Kanan)

Kamis, 10 September 2020, 22:47 WIB
Misteri

LampuHijau.co.id - Ada paguyuban di Kabupaten Garut yang bikin heboh. Mereka mengubah bentuk burung di lambang Pancasila dan mengganti kalimat Bhineka Tunggal Ika. Paguyuban itu bernama Paguyuban Tunggal Rahayu yang punya markas di Cisewu, Kabupaten Garut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut Wahyudijaya membenarkan hal tersebut. Mereka ternyata lebih dulu eksis di facebook sejak awal September 2020. Beberapa foto dan video kegiatan diunggah di FB mereka.

Wahyu mengatakan, pihaknya merasakan kejanggalan saat perwakilan dari paguyuban tersebut bertandang ke kantor Kesbangpol. Keanehan terjadi saat mereka memberikan dokumen-dokumen paguyuban. Wahyu menemukan burung garuda pada lambang Pancasila berbeda dengan yang asli. "Di antara kejanggalan yang kami lihat, paguyuban ini berani menggunakan burung Garuda yang diubah," katanya.

Baca juga : Kemunculan Organisasi KAMI Dipertanyakan Sejumlah Kalangan

Tampak dari bentuk kepala burung. Jika dilihat di lambang Pancasila asli, kepala burung tampak mengarah ke kanan. Sedangkan, lambang Pancasila yang dibuat paguyuban tersebut terlihat ke arah depan. Diketahui, ada dua lambang Pancasila yang ternyata dibuat paguyuban itu.   Di lambang lainnya, kelompok ini mengubah bagian tengah burung yang berisi padi dan kapas, kepala banteng, pohon beringin, rantai dan bintang menjadi bulatan yang berisi peta dunia dan bertuliskan "GARUDA BOLA DUNIA".


Tak hanya lambang, semboyan Bhineka Tunggal Ika juga mereka ubah. Mereka mengubahnya menjadi "Bhineka Tunggal Ika Soenata Logawa". Tampak juga di foto yang beredar juga terdapat tulisan seperti tema besar yakni "PEJUANG SILIWANGI INDONESIA KANDANG WESI 101-01 TUNGGAL RAHAYU (AMPERA-NKRI) GALUH PAKUAN PAJAJARAN SUNDA SILIWANGI NUSANTARA."

Baca juga : Ke Paguyuban Warga Jaktim, Sarana Jaya Kembali Salurkan 200 Paket Sembako


Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut sedang mendalami asal mula kelompok misterius ini. Pihaknya menghimbau agar warga tidak mengikuti paguyuban tersebut.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal