LampuHijau.co.id - Peringati HUT Republik Indonesia ke-75, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan uang baru pecahan Rp 75 ribu, Senin (17/8). Peluncuran uang khusus itu dapat disaksikan secara virtual melalui kanal YouTube BI. “Penentuan jumlah uang yang dicetak, khususnya untuk pengeluaran uang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan telah melalui koordinasi yang baik antara berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Sekretaris Negara, dan para ahli waris pahlawan,” ucap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya.
Baca juga : Gegara Perang di Media Sosial Anggota DPRD Laporkan Anak Kandung ke Polisi
Dikutip dari Antara, uang khusus ini memiliki nilai nominal berbeda dari nilai jualnya. Uang rupiah khusus terdiri dari koin dan atau kertas yang tidak dipotong sehingga menyerupai satu lembaran besar yang terdiri dari beberapa lembar uang (uang bersambung). Uang Rupiah khusus merupakan alat pembayaran yang sah, namun biasanya tidak digunakan sebagai alat tukar. Uang ini juga merupakan sarana perkembangan numismatika (koleksi uang di Indonesia). Setiap edisi yang dikeluarkan dengan kemasan yang menarik dan unik sehingga sering dijadikan sebagai cindera mata.
Uang Rp 75 ribu ini nantinya akan dicetak 75 juta lembar. Namun, peluncuran uang bergambar Soekarno-Hatta tersebut bukan untuk digunakan sebagai alat tukar, alias tak bisa dibelanjakan.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Hendri Satrio mengatakan kalau memang peluncuran uang baru tersebut tidak bisa digunakan sebagai alat transaksi. Maka hal itu dinilai layaknya seperti souvenir HUT RI bagi rakyat Indonesia. “Oh ini jadinya seperti souvenir HUT RI aja ya, cerdas juga pemerintah,” kata Handri seperti dilansir dari Pojoksatu, Senin (17/8/2020).
Baca juga : Meninggal Karena Kecelakaan, Mahasiswi Lulus Cumlaude di Makassar Wisuda Diwakili Ortu
Menurut Hendri, uang itu dinilai akan menjadi dana segar yang didapat negara dari rakyat. “Ini ngumpulin uang cash sebesar Rp 75 ribu dari 75 juta penduduk Indonesia. Dari “souvenir” ini diharapkan akan terkumpul dana segar dari rakyat sebesar sekitar Rp 5,6 triliun,” ungkapnya.
Karena itu, uang pecahan 75 ribu dimungkinkan akan menjadi usaha atau bisnis baru bagi negara. “Bukan diperas (rakyat, ini kan yang mau aja, usaha (bisnis),” bebernya. (LHTJ)