LampuHijau.co.id - Keris ini termasuk langka. Pamornya lintang kemukus. Dhapur carang soka luk sembilan. Terlihat wingit alias angker. Sedang pamornya, juga menggambar suasana batin yang syahdu. Lintang kemukus merupakan perpaduan dua pamor.
Di bagian atas, ada pamor sodo sak ler atau sodo lanang. Sedang di tempat lain, terutama di sor-soran, terlihat pamor beras wutah. Bisa juga, nunggak semi. Tapi ada pula yang memakai pamor kol buntet atau pamor lainnya.
Baca juga : Tata Cara Membersihkan Keris yang Berkarat
Sayangnya, menurut Kidung Pamungkas, pemilik keris langka ini, ada cacat yang mengurangi segala keindahannya. “Keris ini termasuk pamengkang jagad, karena muncul irisan di tengah bilah,” ungkapnya.
Memang, baginya, ada kesedihan di antara kebahagiaan. Ada suasana riang yang terselip di antara duka lara. Bagi Kidung Pamungkas, sedih, senang, suka, duka adalah bagian dari perjalanan hidup.
Baca juga : Meneliti Filosofi Keris Dhapur Kebo Teki
“Tidak ada yang aneh. Semua keharusan hidup, jadi disyukuri apa adanya. Temukan bahagiamu dan lakukan peranmu sebisa apa yang engkau bisa lakukan. Dari bagian pokok pohon kalpataru kehidupan,engkau hanyalah carang,” katanya berfilosofi.
Filosofi itu untuk menghibur kesedihannya karena memiliki keris bagus yang ada cacatnya. Keris Carangsoka yang langka tapi masuk kategori pamengkang jagad sehingga harus hati-hati merawatnya, jika tidak ingin ada tuah buruk yang menyebar.
Baca juga : Sejarah Keris Dhapur Kebo Disebut Keris Petani
“Sadari adamu dengan segala baik buruknya, engan segala kelebihan dan kekuranganmu. Sebagaimana carang kayu yang menjadi bagian dari pokok pohon, engkau menjadi sukses sesuai jatah dan takaranmu sendiri,” tegasnya.(C-1)