LampuHijau.co.id - Tawuran di jalan raya atau perkampungan. Ah, sudah biasa. Bagaimana jika tawuran terjadi di laut? Itu dapat dilihat pada video yang diunggah oleh akun twitter @PangestuAlfin. Video berdurasi 23 detik itu tampak kerumunan anak remaja tanggung yang berada di air saling serang menggunakan pedang hingga balok kayu. Dan ternyata tawuran di laut, tepatnya pesisir Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara itu bukan kali pertama terjadi.
Tawuran dengan menggunakan senjata tajam dan batu itu hampir setiap hari terjadi --baik di darat maupun laut. Warga sekitar bernama Mbah Amri menyebut, tawuran di laut itu sudah berlangsung lama. "Tawuran model seperti itu sudah lama. Sudah berbulan-bulan seperti itu terus," ungkap Amri , Rabu (12/8/2020).
Baca juga : Meninggal Karena Kecelakaan, Mahasiswi Lulus Cumlaude di Makassar Wisuda Diwakili Ortu
Amri melanjutkan, warga yang berada di sekitar lokasi, terutama nelayan, sudah melarang para remaja tanggung itu untuk berduel di laut. Namun, hal tersebut diabaikan. "Kami sih sudah sering bilangin. Ya cuma kadang gitu, galakkan mereka," sambungnya.
Keresahan yang sama juga dialami oleh Black, nelayan yang bermukim di sekitar lokasi. Dia bertutur, biasanya tawuran pecah menjelang sore hari. "Nah, anak-anak ini kalau tawuran menjelang sore," beber Black.
Black mengatakan, tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja yang saling berseberangan. Remaja tanggung itu kerap melompat dari daratan di RW 01 dan daratan di RW 04 Kalibaru menuju ke laut. "Ini ada dua kelompok, di laut sambil berenang," ujarnya.
Karena melaut menjelang sore, tak jarang Black bersinggungan dengan insiden tawuran. Batu-batu yang berterbangan kerap mendarat di kapal miliknya. "Nah sambil berenang, biasanya mereka saling serang. Pakai benda tajam dan batu. Saya kan kalau melaut menjelang sore. Sering papasan jadinya," ungkap dia.
Baca juga : Ayah Mertua Nikah dengan Ibu Kandung, Suami Jadi Kakak Tiri
Tak ubahnya tawuran di darat, tawuran di laut ini juga merugikan banyak pihak. Salah satunya nelayan. Setiap bentrokan pecah, kapal-kapal nelayan kerap menjadi sasaran. Mbah Amri, warga yang bermukim di sekitar lokasi mengatakan, kapal-kapal milik nelayan kerap mendapat timpukan batu. "Kadang kapal punya nelayan kena batu. Ada yang pecah juga itu kaca kapal punya nelayan," ungkapnya. (LHTJ)