LampuHijau.co.id - Agar bisa mengikuti sekolah online, Sultan Zihan (15) harus berkeliling kota jualan onde-onde. Ya, pelajar kelas IX SMPN Salopa Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat itu ingin membeli handphone dari uang hasil jualannya tersebut. Selama ini, Sultan harus menumpang kepada teman-temannya yang memiliki ponsel pribadi untuk belajar daring. Sultan mengaku harus siap menghadapi ujian akhir. Dia sangat ingin menembus atau melanjutkan sekolah ke SMK di Tasikmalaya. “Saya berjualan onde-onde keliling Kota Tasik, berjalan kaki,” ujar Sultan saat menawarkan onde-onde kepada para wartawan di kantor PWI Tasik.
“Saya berangkat dari Salopa menumpang pakai motor teman saya. Motor disimpan di parkiran Dadaha, lalu saya berjalan kaki berjualan onde-onde ke toko-toko dan warga kota,” sambungnya.
Kegiatannya ini baru berlangsung dua pekan. Dia membawa sekitar 200 onde-onde dari rumahnya di Salopa ke wilayah perkotaan. Sultan butuh waktu sekitar dua jam melakukan perjalanan dari kediamannya ke kota.
Baca juga : Begini Kalau Sultan Lamaran, Seserahannya Mobil Mewah
Satu onde dihargai Rp 2.000. "Kalau sehari, alhamdulillah bisa dapat Rp 200.000. Kalau lagi beruntung, ada pembeli yang memborong bisa sampai beli 30 sampai 40 onde yang dibeli. Saya juga bawa onde dari orang lain,” terangnya.
Ibu Sultan kesehariannya berjualan onde di wilayah Salopa. Sedangkan, ayahnya berjualan pemantik api secara eceran di wilayah Terminal Salopa. “Bapak sama mamah juga berjualan onde dan gas api buat rokok. Jadi, saya coba membantu kedua orang tua saya untuk bisa membeli hape buat belajar online,” katanya. Sudah beberapa bulan ini dia belajar tidak di kelas, tetapi online menggunakan handphone. “Di kampung saya sinyalnya cukup bagus. Cuma saya belum punya hape-nya. Mudah-mudahan saya berjualan onde di kota bisa mampu beli,” harapnya.
Baca juga : Hewan Kurban Pun Perlu Dipijat Refleksi Biar Tidak Stress
Sultan mengaku selalu membantu ibunya untuk menyiapkan keseharian makan adik-adiknya. Sultan punya cita-cita mulia, pengin jadi orang kaya biar bisa membantu orang susah. "Kalau saya sudah kaya dengan berjualan onde, ingin mau bantu yang susah. Saya namanya Sultan Zihan, Pak. Saya berusaha sambil belajar. Saya berjualan daripada bermain enggak jelas, pak,” pungkasnya. (LHTJ/JPNN)