LampuHijau.co.id - Dibongkarnya makam di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggegerkan warga. Polisi menyelidiki keterkaitan dibongkarnya makam tersebut dengan ilmu hitam. Makam tersebut berlokasi di Desa Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, dan jauh dari permukiman warga. Makam dibongkar diduga terjadi malam Jumat dan baru diketahui polisi esok harinya. Saat polisi ke lokasi, jenazah yang dikubur sudah tidak diketahui keberadaannya. Lokasi tersebut sudah dipasangi garis polisi. Saat ditanya soal hubungan kasus ini dengan dugaan praktik ilmu hitam, polisi belum dapat memastikannya. "Untuk ilmu hitam, kita belum bisa menjawab, masih proses lidik," kata Kapolsek Cikarang Kompol Alin Kuncoro di dekat TPU Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jabar.
Olah TKP kedua sudah dilakukan di sekitar makam. Saksi-saksi juga sudah diperiksa, baik pihak pemakaman, keluarga, maupun masyarakat. Sejumlah barang bukti, mulai rambut hingga tali pocong, juga diamankan polisi dari lokasi makam yang terbongkar itu. "Di TKP TPU ini sementara yang kita simpan balok penutup jenazah, rambut diduga milik jenazah, kemudian tulang jenazah berikut tali pocong," ujar Alin.
Baca juga : Berdayakan Masyarakat di Tengah Covid-19, Kodim 0507 Bekasi Berikan 500 Bibit Ikan
Pihaknya telah mengerahkan anjing pelacak (K9) di sekitar area makam yang dibongkar di Desa Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Polisi menyebut ada petunjuk yang ditemukan, meski begitu belum bisa disimpulkan pelakunya. "Kalau hari ini (menunjuk pada pencarian hari Sabtu) sementara kita tadi gunakan K9, anjing pelacak untuk melacak jenazah itu dibawa arahnya kemana, sudah ada petunjuk, namun demikian kita belum bisa menyimpulkan tersangkanya siapa, karena ini masih proses penyidikan," kata Alin.
Alin menuturkan anjing pelacak bergerak ke arah permukiman warga. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. "Sementara tadi selama K9 bekerja itu mengarah ke suatu permukiman warga," ujarnya.
Sementara polisi juga sudah memeriksa beberapa saksi. Mulai dari penjaga TPU, keluarga hingga pihak desa. "Saksi-saksi sementara yang sudah kita periksa, itu pertama penggali kubur, penjaga TPU, dari pihak desa, dan orang tua keluarga," ujar Alin. Seorang warga bernama Yusuf (64) merasakan hawa berbeda saat berada di dekat makam itu. "Kuburan masih terbuka total, tapi saya nggak langsung lihat ke liangnya. Kayaknya seram. Kayak hawanya lain, rasa iseng (takut)," kata Yusuf.
"Mungkin manusia ini kan mati yang rusak hanya jasad, rohnya masih ada di situ kali. Jadi hawanya itu mungkin... nggak tahu, perasaan saya saja barangkali," imbuhnya.
Baca juga : Gerakan Sedekah Barang Bekas Lahir di Kota Malang
Yusuf menyebut mayat yang makamnya dibongkar dulunya masih bujangan atau belum menikah. Dia menduga aksi pembongkaran makam ini berhubungan dengan hal mistis. "Cuma satu itu saja yang bujangan itu (makamnya dibongkar). Mungkin menurut keyakinan yang bongkar dia nyari ilmu kekebalan atau pesugihan, cari yang bujangan, mungkin," ungkap Yusuf.(LHTJ)