LampuHijau.co.id - Muhsin warga Gelogor, Kabupaten Lombok Barat tertipu. Wanita yang dinikahinya ternyata lelaki juga. Tetapi lelaki kemayu alias waria. Muksin yang berusia 31 tahun itu mengenal istrinya lewat media sosial dan mengaku sebagai seorang wanita dengan nama MIta. Akhirnya karena merasa tertarik, keduanya janjian bertemu di Mataram. Setelah itu Mukhsin dan Mita berpacaran. Pada 2 Juni 2020 pukul 10.00 Wita, Muhsin menikah dengan Mita di musala Desa Gelogor, disaksikan Kepala Dusun (Kadus) Gelogor Hamdani, pihak KUA, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Namun saat malam pertama Mita . Alasannya saat itu dirinya sedang haid. Dari situlah Muhsin curiga dengan jenis kelamin istrinya. Setelah ditanya, MIta malah minta cerai dan kabur dari rumah. Merasa ditipu, Muhsin kemduian melaporkan istrinya ke polisi. Akhirnya Mita diamankan oleh polisi. Belakangan diketahui nama asli Mita adalah Supriyadi.
Baca juga : Kekejaman Kapal China ke ABK WNI, Kerja Berdiri Selama 30 Jam Tanpa Duduk
Supriyadi membantah jika dirinya berbohong. Menurut Supri alias Mitha, Muhsin sudah tahu jika dirinya adalah pria. Kepada penyidik Polres Lombok Barat Supri buka fakta lain di balik kasusnya itu. "Awalnya pas ketemu memang dia enggak tahu kalau saya laki-laki, tapi pas bersetubuh dia tahu. Karena saya dipaksa bersetubuh sama dia dan dia meraba semua badan saya,” ujar Mita di Polres Lombok Barat, Selasa (9/6/2020).
Mita alias Supri mengaku awalnya tak mau melangsungkan pernikahan. Namun Muhsin memaksanya. "Awalnya saya bilang enggak mau saat diajakin dia nikah. Kita jalani aja dulu (pacaran). Waktu itu saya minta putus sama dia tapi dia bilang mau bunuh diri. Saya bilang mau pulang, dia juga mau bunuh diri," sambungnya.
Baca juga : Bantu Warga yang Kesusahan Gegara Pandemi Covid-19, Keranda Mayat Jadi Kotak Amal
Dia juga menerangkan, sebelum melakukan akad nikah sudah beberapa kali dipaksa berhubungan tubuh. Bahkan, setelah nikah pun Mita mengaku sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. "Sebelum akad nikah saya sudah berhubungan 3 kali, setelah akad nikah sekali. Malamnya saya minta cerai," kata Mita.(LHTJ)