LampuHijau.co.id - Saat pandemi corona, jaga jarak atau physical distancing merupakan hal yang dianjurkan oleh pemerintah. Jaga jarak diyakini menjadi salah satu pemutus mata rantai pneyebaran virus Covid-19. Pasar merupakan tempat umum yang relative susah menerapkan jaga jarak ini. Namun di Pasar Pagi Salatiga, jaga jarak bisa diterapkan dnegan baik.
Ya, viral di media social adanya physical distancing yang dilakukan oleh para pedagang pasar di sana. Para pedagangnya di kotak-kotak dengan jarak antarpedagang. Warga dekat pasar Rachmad Wahjoe yang mengunggahnya di emdia social. Mneurutnya penerapan physical distancing itu mulai hari Senin (27/4) kemarin. Pasar yang biasa mulai sibuk sejak tengah malam dan bubar pukul 06.00 WIB itu terlihat rapi.
Baca juga : Pulang Kerja dari Jakarta, Warga Majalengka Positif Covid-19
"Persiapan itu sudah dari jam 12 malam. Sekarang setiap alarm bunyi berkemasnya lebih cepat, ini jadi lebih rajin dan karena ini menerapkan social distancing ya," kata Wahjoe dikutip dari detikcom.
Pasar pagi Salatiga berada di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Para pedagangnya berjualan di badan jalan. Karena terlihat rapid an keren, Wahjoe mengabadikannya lewat foto drone dan kemudian fotonya menjadi viral. "Saya tadi ambil sekitar 06.30 WIB, ini bubarnya lebih siang karena mungkin diberi waktu lebih soalnya tadi pagi sempat hujan," ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sempat mem-posting foto jaga jarak di Pasar Salatiga itu di akun instagramnya. Dalam captionnya, dia mengatakan penerapan physical distancing di pasar tersebut bagus dan patut dicontoh.
Baca juga : Harus Jaga Jarak, Arifin: BAZNAS Larang Antrean Bantuan
"Sebenarnya sudah lama saya usul penataan pasar itu kepada bupati dan wali kota. Idenya saya lihat di Myanmar, lalu saya share ke mereka para bupati wali kota, bisa tidak dilakukan. Ternyata Salatiga yang melakukan, hari ini saya tag di Instagram saya karena memang sangat menginspirasi," kata Ganjar.
"Semoga daerah lain bisa mengikuti. Itu ide sudah saya lontarkan sejak lama, bagaimana pasar kita harus diatur agar semuanya aman. Yang sudah komunikasi adalah Kota Semarang, wali kota sedang menyiapkan itu. Nanti kami support dan saya minta masyarakat mendukung," ujarnya.(LHTJ/NET)