LampuHijau.co.id - Koleksinya lain dari yang lain. Yakni koleksi telur berbagai jenis hewan, bukan hanya unggas namun juga telur dari jenis reptil. Rupanya soal telur ini Nurosidin alias Rosid (63), warga Jalan Sultan Agung, Brebes, Jawa Tengah ini sudha khatam. Ya, pensiunan guru ini juga seorang penemu telur asin panggang pertama di Indonesia.
Rosid selain perajin telur asin juga memiliki hobi mengoleksi telur dari berbagai jenis hewan. Koleksinya sudha ratusan. Dipajang di dua tempat, di rumah dan rest area bekas PG Banjaratma.
Baca juga : Ular Weling Lebih Hebat dari Kobra, Satpam di Tangsel Tewas Digigit
Ide mengoleksi telur terpikir saat Rosid mendapatkan telur burung unta. Awalnya dia berniat mengukir telur tersebut. Namun takut rusak, sedangkan telur burung unta itu didapatkan susah payah akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk mengukir. Dia bertekad merintis pembuatan Rumah Telur di Brebes, yang merupakan cita-citanya.
Sejak pensiun pengajar, Rosid serius mengelola usaha pembuatan telur asin. Selain mencari tambahan penghasilan, Rosid ingin memberikan edukasi kepada warga yang akan membeli telur asin miliknya, yaitu dengan menyediakan 'museum' telur. "Sebenarnya ingin buat museum telur pribadi. Biar masyarakat tahu jenis telur yang ada di Indonesia. Karena koleksi saya ada telur yang ukurannya kecil sampai yang besar," ujar Rosid.
Baca juga : Calon Pemain Basket Nih, Remaja 16 Tahun Miliki Tinggi 2,06 Meter
Koleksi telur Rosid ini berjumlah ratusan butir dari 82 jenis hewan, baik unggas maupun reptil. Jenis telur unggas yang ada mulai telur burung emprit sampai telur burung unta. Sedangkan telur reptil ada beberapa jenis ular dan buaya. "Sudah ada 82 jenis telur yang saya miliki. Seperti telur burung kasuari, saya membelinya di Papua," kata Rosid.
Untuk beberapa hewan dilindungi, Rosid hanya mengkoleksi cangkang, seperti telur buaya, kasuari, burung unta, dan burung emu. Cangkang ini diperoleh dari para penangkar hewan. "Kita harus tetap memperhatikan kelestarian hewan-hewan itu. Jadi cukup kami beli cangkangnya," terangnya. Sebagai kolektor telur, kata Rosid masih ada jenis telur yang belum dimiliki, yaitu telur komodo dan burung malio. Dia berharap bisa menambah koleksinya ini.(LHTJ)