Calon Pemain Basket Nih, Remaja 16 Tahun Miliki Tinggi 2,06 Meter

Kamis, 22 Agustus 2019, 22:13 WIB
Misteri

LampuHijau.co.id - Emen, begitu ia akrab dipanggil. Diusianya yang masih 16 tahun, siswa SMAN 4 Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, ini memiliki tinggi badan 206 sentimeter atau setara dengan 2,06 meter. Ia memiliki rentang tinggi badan yang sangat jauh dengan remaja seusianya bahkan dengan orang tuanya pasangan Miharni dan Joko Kuswoyo--yang hanya sebahu Emen.

Emen bisa saja menjadi salah satu manusia yang memiliki ukuran badan paling tinggi di Riau.

Akibat tinggi badannya itu, kamar dari pria pemilik nama asli Armenda Jamel ini pun terpaksa harus dijebol. Alasannya, karena setiap kali keluar masuk kamar, kepalanya harus terbentur terlebih dahulu. Namun, Miharni mengatakan ia sempat melarang kosen bagian atas pintu kamar dijebol.

Baca juga : Boki & Ciri-ciri Ratu Kasultanan Ternate

"Namun, karena kepalanya sering kali terbentur di kosen, akhirnya terpaksa dibongkar bagian atasnya," kata Miharni, dikutip dari Selasar Riau, Rabu, (21/8).

Sejumlah ruangan lain di rumah menghalangi gerak Emen juga diperbesar agar ia lebih leluasa bergerak. Bahkan tinggi pintu masuk di rumahnya yang terletak di Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, hanya sebahunya.

Emen merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Pertumbuhan tinggi badannya yang tak lazim tersebut sudah diketahui orang tuanya sejak ia berumur 10 tahun. "Kala itu, Emen disunat. Badannya sudah setinggi saya. Setelah itu tampak tumbuh tinggi terus hingga kini capai 206 cm," kata ayahnya, Joko Kuswoyo, Rabu (21/8).

Baca juga : Fenomena Cantik ‘Topi Awan’ Gunung Rinjani

Tinggi badan anaknya yang jauh berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia nyatanya tak membuat Joko risau. Alasannya, Emen hingga kini masih sehat-sehat saja, walau putranya itu diduga mengidap penyakit gigantisme, berlebihnya produksi hormon pertumbuhan pada anak-anak.

Dampak dari tinggi badannya itu, semua hal menyangkut diri Emen terpaksa harus dibuat dengan ukuran yang lebih besar dari orang normal pada umumnya. Mulai dari sepatu, sendal, celana, baju, hingga hal-hal bersifat personal lainnya.

Joko mengatakan ia kesulitan setiap kali mempersiapkan pakaian buat anaknya. Tak hanya sulit menemukan pakaian anaknya di pasaran, Joko juga harus menempa atau membuat sendiri ke tukang jahit pakaian secara khusus.

Baca juga : Kecintaan Masyarakat Adat Ternate jadi Kado Ulangtahun ke-51

"Untuk pakaiannya yang sulit, harus ditempah semua. Kami menempa di Duri, begitu juga sepatu dan sandal. Belakangan karena sudah tak muat lagi, bagian atas sendalnya terpaksa digunting supaya muat," ungkapnya.

Saat mengunjunginya, melihat sepasang sepatu besar ukuran di melebihi 50, terletak di depan rumah. "Sepatu tersebut dibuat atau ditempa secara khusus untuk Emen. Namun kini sudah tak bisa dikenakan. Panjang kakinya 36 cm," ujar Joko.

Tak terkecuali bangku dan meja belajarnya di sekolah yang dibuat dengan ukuran lebih besar dibandingkan kawan sekelasnya.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal