Aryo Penangsang (2)

Kutukan Parit Keramat Bengawan Sore

Minggu, 31 Maret 2019, 19:34 WIB
Misteri

LampuHijau.co.id - Bayi putra Pangeran Sekar hanyut hingga jauh. Ditemukan Kanjeng Sunan, lalu diberi pusaka nama Aryo Penangsan. Bayi inilah yang ketika dewasa menjadi Aryo Jipang karena tampil sebagai Adipati Jipang Panolan.

Meski tak terlalu berambisi merebut tahta Demak, Aryo Penangsang tetap dianggap sebagai klilip alias debu yang merusak pandangan mata para pangeran di Kasultanan Demak Bintoro. Salah satu seteru yang paling keras berhadap-hadapan dengan Penangsang adalah Joko Tingkir, salah seorang menantu Sultan Trenggono.

Baca juga : Bibi Pilih Keluarga Ketimbang Vanessa Angel

Saat Demak memasuki senjakala, surut digerogoti perang saudara, Joko Tingkir memindah pusat kekuasaan Demak ke Pajang. Di sana ia bergelar Sultan Hadiwijaya. Ketegangan terus terjadi sehingga terjadi perang dingin antar trah Demak. Dan, puncaknya, saat Mas Karebet ya Joko Tingkir ya Sultan Hadiwijaya harus menumpas Penangsang.

Ketegangan Jipang dan Pajang membuat Penangsang harus siaga. Ia memerintahkan pasukannya membuat parit yang mengelilingi puri. Inilah parit pertahanan yang memanjang hingga menyambung ke Bengawan Solo. Parit bikinan prajurit Jipang ini disebut Bengawan Sore. Sebab, airnya penuh pada sore hari. Mengapa begitu? Karena pengaruh gravitasi, air Bengawan Solo pasang sehingga sungai yang melingkari Jipang tadi menjadi penuh air.

Baca juga : Gedung Juang Tambun Akan Jadi Pusat Kebudayaan Bekasi

Bengawan Sore ini bukan sekadar parit, tapi juga pertahanan yang sakral. Konon, ada mantra yang membuat sungai ini sangat keramat. Siapa yang menyeberanginya akan celaka. Tapi justru pada akhirnya, kutukan itu yang buat Aryo Penangsang kalah oleh Joko Tingkir. (Bersambung)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal