LampuHijau.co.id - Festival Nyanyian Anak Negeri (FNAN) 2025 kembali berlangsung meriah dengan menghadirkan ratusan talenta muda dari berbagai wilayah Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sorotan publik tertuju kepada dua figur utama, Dul Jaelani dan Shanna Shannon didapuk sebagai ikon kegiatan dan simbol generasi muda yang mencintai Indonesia.

Dul mengungkapkan, kehadirannya di FNAN 2025 bukan sekadar tampil sebagai musisi, tetapi juga menjadi teladan bagi para peserta mengenai nilai kecintaan terhadap tanah air.
Baca juga : DPD RI Hadirkan “Duta Daerah”: Gaungkan Aspirasi Muda di Panggung Nasional
“Menjadi ikon, kita harus memberi contoh sikap cinta Indonesia. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” ujar Dul saat ditemui di RRI Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025).
Ia menuturkan, dirinya memiliki keinginan kuat untuk menciptakan lagu bertema kebangsaan yang dapat mewakili semangat anak muda. Meski beberapa karya bertema nasionalisme telah ia buat, Dul mengakui bahwa proses kreatifnya masih menemui tantangan, terutama dalam penyusunan lirik.
“Lirik itu tantangan terbesarnya. Bagaimana bikin lagu kebangsaan yang tetap menarik untuk generasi sekarang. Jadi memang fokusnya ada di situ,” jelasnya.
FNAN 2025 diikuti oleh 432 peserta dan diselenggarakan oleh 1345 Production bekerja sama dengan Sinergy For Indonesia, Indonesia Care, serta RRI. Agenda ini tidak hanya menjadi kompetisi menyanyi, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.
Baca juga : DAHANA Serahkan Bantuan Alat Sablon kepada Penyandang Difabel di Subang
Tahapan seleksi dimulai pada Agustus 2025 melalui pengiriman video, kemudian dilanjutkan dengan penjurian langsung oleh para profesional seperti Dodi Katamsi, Irang Arkad, Ryan Phono, dan Sandy Canester.
Dari ratusan peserta, terpilih 38 finalis yang mengikuti karantina kebangsaan di Lemhannas RI. Setelah babak semifinal pada 13 November, terpilih 10 peserta terbaik yang berhak melaju ke final pada 18 November 2025.
Pada malam puncak, FNAN 2025 menghadirkan jajaran juri nasional seperti Pay Burman, Rian D’Masiv, Neno Warisman, dan Vicky Sianipar.
Dua tokoh nasional, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung dan Mayjen TNI Rido Hermawan, turut menjadi juri tamu untuk menguji pemahaman kebangsaan para finalis. Doli menegaskan bahwa FNAN bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi juga bagian dari gerakan besar untuk menjaga nilai-nilai ke-Indonesiaan melalui musik.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah sampai final. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk menjaga dan melestarikan nilai kebangsaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, FNAN akan terus digelar setiap tahun dan pihak penyelenggara tengah menyelesaikan album nasionalisme ketiga. Kehadiran Dul Jaelani dan Shanna Shannon sebagai ikon FNAN 2025 menunjukkan bahwa musik dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai nasionalisme di hati generasi muda.
Melalui festival ini, anak-anak dan remaja tidak hanya belajar bernyanyi, tetapi juga diajak memahami makna cinta tanah air. (Mal)