LampuHijau.co.id - Musik dan sepakbola bersanding menjadi sebuah peradaban. Tak dapat dipungkiri, perjalanan waktu lebih dari setengah abad hingga saat ini, telah menjadikan musik dan sepak bola sebagai identitas kemajuan sebuah negara.
Seperti yang disampaikan bos label musik Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, bahwa kolaborasi antar musik dengan sepak bola pertama kali terjadi lewat penyelenggaraan World Cup 1962 di Chili.
Baca juga : Airlangga-Puan Bakal Bertemu, Pengamat: Peluang Koalisi Pilpres 2024 Masih Terbuka
Saat itu, lagu "El Rock de Mundial" berlirik bahasa Spanyol yang dinyanyikan Los Rambles, mendapat sambutan luar biasa dari publik dunia.
"Saya sangat mengikuti perkembangan dua bidang industri besar ini, dimana musik dan sepak bola adalah bagian yang tak terpisahkan. Anthem (lagu official) dijadikan penyemangat pemain tim sepak bola dan para suporter bola sudah menjadi trend," kata dia.
Baca juga : U20 Mayors Summits, Anies Ajak Pelaku Usaha Investasi di Jakarta
Menurut Rahayu, perkembangan klub-klub sepak bola di Indonesia, tentu menjadi peluang bagi para musisi daerah yang ingin mengawinkan karya lagu mereka sebagai official song atau semacam anthem bagi salah satu klub di daerahnya.
"Saya percaya, ada peluang di segmen atau market ini, sehingga para musisi daerah dapat berkolaborasi dengan klub-klub sepak bola di daerahnya. Saat ini, komunitas olah raga massa besar ini punya bisnis yang bisa dikelola secara kreatif entertainment," tutur dia lagi.
Baca juga : Nagaswara Konsisten Bantu Kesejahteraan Para Musisi dengan Luncurkan Nagadigit
Ditambahkannya, saat ini masyarakat dunia termasuk Indonesia menjadikan sepak bola bagian dari hiburan.
"Seperti industri musik, sepak bola juga punya banyak penggemar fanatik dan memiliki banyak cerita di dalamnya," papar dia.